Dalam upaya untuk meningkatkan keberhasilan pembangunan di bidang kependudukan, KB, dan kesehatan maka pemerintah Republik Indonesia melaksanakan survei yang terkenal dengan sebutan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) atau Indonesia Demo- graphic and Health Survey (IDHS). Secara operasional pelaksanaan SDKI dilakukan oleh Biro Pusat Statistik (BPS), Kantor Menteri Ne-gara Kependudukan / Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), serta Departemen Kesehatan.        Survei serupa juga dilaksanakan di berbagai negara sehingga ada beberapa indikator kependudukan, KB dan kesehatan yang standard untuk skala internasional; misalnya untuk bidang kependudukan dalam mencandra karakteristik penduduk, bidang KB dalam penghitungan kebutuhan kontrasepsi pada wanita kawin kelompok Unmet Need Spacing (UNS) dan Unmet Need Limiting (UNL), dan untuk bidang kesehatan dalam perhitungan kematian bayi (Infant Mortality Rate).        Oleh para pakar kependudukan, KB, serta kesehatan telah diakui kemanfaatan survei tersebut; karena dengan adanya survei itu maka berbagai indikator keberhasilan dan/atau ketidak-berhasilan pemba- ngunan nasional pada ketiga bidang yang saling berkaitan erat tersebut dapat dicermati. Masyarakat dapat melihat hasil pembangunan kita, sedangkan para praktisi dapat membuat program yang lebih terapan (appropriate) setelah mempelajari hasil survei.
Copyrights © 1995