Nyeri merupakan respon fisiologis akibat kerusakan jaringan yang dapat menurunkan kualitas hidup dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Penggunaan analgesik sintetis cukup efektif, tetapi dapat menimbulkan efek samping sehingga diperlukan alternatif berbasis bahan alam. Penelitian ini bertujuan mengetahui aktivitas analgesik ekstrak etanol daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.) pada mencit putih jantan menggunakan metode writhing test serta menentukan dosis yang paling efektif. Penelitian ini merupakan eksperimen laboratorium. Penelitian dilakukan menggunakan 25 ekor mencit putih jantan yang dibagi secara acak ke dalam lima kelompok, masing-masing 5 ekor, yaitu kontrol negatif Na-CMC 1%, kontrol positif asam mefenamat 1,3 mg/20 gBB, serta kelompok ekstrak dosis 1,1 mg/20 gBB, 2,2 mg/20 gBB, dan 4,4 mg/20 gBB. Ekstrak diperoleh dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%. Nyeri diinduksi menggunakan asam asetat 1% secara intraperitoneal, kemudian jumlah geliat diamati setiap 5 menit selama 60 menit. Data dianalisis menggunakan uji One-Way ANOVA dan dilanjutkan uji LSD. Ekstrak etanol daun pandan wangi menunjukkan aktivitas analgesik yang ditandai oleh penurunan jumlah geliat mencit dibandingkan kontrol negatif. Dosis 4,4 mg/20 gBB memberikan efek paling baik dan mendekati kontrol positif asam mefenamat. Analisis statistik menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna antar kelompok perlakuan (ANOVA; p=0,000). Hasil uji lanjut menunjukkan bahwa dosis 4,4 mg/20 gBB memiliki efektivitas analgesik yang setara dengan kontrol positif, sedangkan dosis 1,1 mg/20 gBB dan 2,2 mg/20 gBB masih berbeda bermakna terhadap kontrol positif (p<0,05). Ekstrak etanol daun pandan wangi memiliki aktivitas analgesik pada mencit putih jantan dengan metode writhing test. Dosis 4,4 mg/20 gBB merupakan dosis yang menunjukkan efek analgesik paling optimal dalam penelitian ini.
Copyrights © 2026