ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2009

INDUSTRI TEKSTIL (1)

Suyanto, Mohammad (Unknown)



Article Info

Publish Date
22 Nov 2009

Abstract

Industri tekstil di Hijaz merupakan industri yang maju. Tenun merupakan suatu bentuk seni di pertengahan awal Arabia yang berkembang karena ketersediaan berbagai bahan mentah.  Wol tersedia melimpah sebagai bahan untuk membuat benang, digunakan pengrajin tenun lokal menjadi barang rumah tangga dan pakaian.  Mencelup dan menjahit pakaian juga merupakan sub sektor kunci industri ini. Bukhari menyajikan beberapa bab dalam bukunya tentang pekerjaan yang mereka kerjakan. Beberapa Sahabat Rasulullah s.a.w. , di antaranya Ubaidillah, Khalifah Abu Bakar dan Khalifah `Uthman bin `Affan merupakan pedagang pakaian yang memasarkan produknya di pasar Madinah. Rasulullah s.a.w. menyebut jenis-jenis pakaian ketika ditanya seorang laki-laki tentang pakaian ihram. Ibnu Umar r.a. mengatakan bahwa seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah mengenai pakaian yang dikenakan oleh orang yang berihram, maka Rasulullah bersabda : ”Janganlah kau kenakan gamis / baju, surban, celana, tutup kepala dan terompah. Bagi orang yang tidak memiliki sandal, bolehlah mengenakan terompah dengan dipotong lebih rendah daripada mata kaki. Janganlah mengenakan pakaian yang diolesi dengan minyak za’faran atau minak wars” (Muslim).  Hal ini merupakan sektor regional yang nyata, baik dalam perdagangan maupun dalam produksi. Al-Waqidi mensitir bahwa persediaan dari seorang pedagang sekitar 1.500 barang dari pakaian dan 20 bal pakaian dari Yaman yang dijual di Madinah selama masa Rasulullah  s.a.w. dan pada masa Nabi Muhammad s.a.w. tidak kurang dari 7 kafilah dagang membawa pakaian Syiria yang tiba di Madinah setiap hari. Demikian pula tekstil orang Mesir membuat rute perdagangan dengan baik sepanjang jalan mereka pada berbagai pasar Hijaz. Perbudakan muncul dikarenakan berhubungan secara erat dengan produksi pakaian yang dilakukan orang Hijaz. Al-Isfahani menyatakan bahwa `Umar bin Abi Rabi`ah mempunyai 70 budak yang dilibatkan dalam bidang pertenunan, anggota Bani Makhsum mempekerjakan budak untuk tujuan yang sama dan sisanya dilibatkan dalam menganyam daun palem dan kurma menjadi keranjang dan produk yang bermafaat lainnya.

Copyrights © 2009