Permasalahan berdasarkan observasi di lapangan anak masih menunjukkan kurangnya kepercayaan diri serta rasa ingin tahu yang rendah. Anak-anak juga masih terlihat kesulitan untuk bekerja sama dan mengembangkan ide-ide baru di luar tugas yang diberikan guru. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan creative thinking dan critical thinking anak usia dini melalui penerapan model pembelajaran Project-based Learning (PjBL). Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas. Subjek penelitian ini peserta didik kelas B dengan jumlah siswa 10 anak. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan terhadap kedua kemampuan tersebut. Pada siklus I, nilai rata-rata klasikal untuk indikator creative thinking mencapai 47,5% dan indikator critical thinking sebesar 46%. Setelah dilakukan perbaikan pembelajaran pada siklus II, terjadi peningkatan nilai rata-rata klasikal untuk keduanya, yaitu nilai rata-rata klasikal creative thinking meningkat menjadi 81,25% dan nilai rata-rata klasikal critical thinking juga meningkat menjadi 80%. Capaian ini telah memenuhi target klasikal peneliti yaitu sebesar 76%. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Project-based Learning (PjBL) dapat meningkatkan kemampuan creative thinking dan critical thinking anak usia dini. Model ini disarankan digunakan secara konsisten untuk menstimulasi kemampuan berpikir kreatif dan kritis anak sesuai tahap perkembangannya.
Copyrights © 2025