Kalau ada dua ilmuwan dan sekaligus orang penting yang saling berbeda pendapat tentu bukan beda sembarang beda, artinya masing-masing tentu mempunyai argumentasi yang dapat dipertanggung-jawabkan. Secara kebetulan per-bedaan pendapat ini terjadi antara dua ilmuwan dan orang penting kita; yaitu mantan rektor Universitas Airlangga (Unair) yang pernah bekerja di berbagai lembaga nasional dan internasional, Marsetio Donoseputro, dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Wardiman Djojonegoro.        Mulanya biasa saja. Pak Marsetio beropini bahwa dosen sebagai pengajar di perguruan tinggi sebaiknya tak merangkap sebagai peneliti. Dosen yang lebih berpotensi mengajar diberi tugas mengajar tanpa meneliti, sedangkan dosen yang lebih berpotensi meneliti diberi tugas mene-liti tanpa mengajar. Menurut beliau rangkap tugas dosen antara mengajar dan meneliti telah menyebabkan kualitas penelitian dosen menjadi rendah. Itulah sebabnya beliau mengusulkan agar dosen yang lebih senang mengajar hanya diberi tugas mengajar, sedangkan dosen yang lebih senang meneliti hanya diberi tugas meneliti.        Pak Marsetio pun menyatakan bahwa temuan-temuan penelitian dosen yang meneliti dapat saja dipakai untuk mengajar oleh para dosen yang mengajar di kelas.
Copyrights © 1993