ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
1987: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT

MENCARI METODE PENGELOLAAN ANAK "GENIUS" YANG TIDAK BERKESAN EKSKLUSIF DAN ELITIS

Supriyoko, Ki (Unknown)



Article Info

Publish Date
27 Jun 2010

Abstract

       Konon  pada tahun 1900-an para birokrat di Paris Perancis ingin memiliki data komparatif antara anak-anak yang "normal" dengan anak-anak yang tergolong "kurang normal" (istilah normal disini dikaitkan dengan tingkat kecerdasannya); namun saat itu belum ada satu jenis alatpun yang bisa digunakan untuk mengungkap data dimaksud.       Karena alat untuk mengungkap data tersebut belum tersedia maka seorang yang banyak mendalami dunia pendidikan dan psikologi, Binet kemudian mendapat tugas untuk kepentingan tersebut di atas.       Pada tahun 1905 Binet bersama temannya Simon berhasil menciptakan sebuah alat yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat kecerdasan seseorang; yang kemudian terkenal dengan sebutan Tes Binet-Simon. Alat atau konsep ini selanjutnya sering disebut-sebut sebagai  embah-nya alat pengukur kecerdasan. Dari sini pulalah selanjutnya lahir konsep-konsep tentang Intelligentie Quotient  (IQ) atau tingkat kecerdasan.       Dalam dunia pendidikan, inteligensi merupakan faktor  yang sangat dominan dalam  menentukan  keberhasilan belajar seseorang.

Copyrights © 1987