Isu pendidikan yang paling menarik selama perjalanan tahun 2006 ini adalah tentang Ujian Nasional (Unas). Di samping berkembang sepanjang tahun, utamanya menjelang dan pada waktu dilaksanakan, isu Unas juga menyita perhatian masyarakat luas. Guru, siswa, orang tua siswa, organisasi guru, asosiasi profesi pendidikan, sampai wakil rakyat alias anggota DPR ikut merespon (rencana) dilaksanakannya Unas.        Di kalangan para ahli pun terdapat silang pendapat dengan berbagai argumentasinya masing-masing; ada sebagian yang setuju dilaksanakannya Unas untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional, dan ada pula yang tidak sependapat dengan alasan tidak bisa banyak faktor penentu kelulusan direduksi hanya menjadi tiga mata pelajaran.        Di kalangan DPR pun konon terdapat silang pendapat; namun di luar terdengar kabar bahwa komisi DPR yang membidangi pendidikan sempat âmengancamâ, Unas boleh saja dilaksanakan sepanjang hasilnya hanya digunakan sebagai dasar pemetaan pendidikan nasional dan tidak dipakai sebagai dasar penentuan kelulusan siswa. Atau, kalau pemerintah ângototâ menyelenggarakan Unas maka DPR tidak akan menyetujui anggaran untuk Unas. Padahal kita tahu, anggaran untuk menyelenggarakan Unas setiap tahunnya lebih dari 250 milyar rupiah.
Copyrights © 2006