Etnomatematika merupakan studi lintas-budaya tentang praktik matematika yang bertujuan untuk mengungkap, memahami, dan menghargai keberagaman konseptualisasi dan aplikasi matematika dalam berbagai latar budaya. Salah satu aspek budaya yang memilikiketerkaitan erat dengan matematika adalah gamelan, alat musik tradisional yang kompleks dan beragam. Gamelan tidak hanya sekadar seni pertunjukan, tetapi juga mengandung unsur-unsur matematika yang mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi etnomatematika yang terkandung dalam dua instrumen gamelan Jawa, yaitu kenong dan gong, serta memahami bagaimana matematika tertanam dalam tradisi dan pembuatan instrumen tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Data dikumpulkan dari penelitian langsung ke lapangan terkait gamelan Jawa, khususnya kenong dan gong. Hasil penelitian ini menemukan bahwa kenong dan gong, sebagai bagian dari ansambel gamelan Jawa, tidak hanya menghasilkan melodi yang memukau, tetapi juga mengungkapkan rahasia tersembunyi dalam pola-pola geometris dan aritmatika yang menjadi dasar pembuatan instrumen tersebut.Matematika tertanam dalam aspek-aspek seperti bentuk, ukuran, dan pengaturan nada pada kenong dan gong, mencerminkan kearifan dan pemahaman mendalam masyarakat Jawa tentang struktur matematika. Gamelan Jawa, khususnya kenong dan gong, merupakan contoh nyata dari etnomatematika, di mana matematika tertanam dalam tradisi seni musik tradisional yang menjadi warisan budaya masyarakat Jawa. Penelitian ini memberikan wawasan baru tentang keterkaitanerat antara seni, budaya, dan matematika dalam konteks gamelan.
Copyrights © 2024