Pertumbuhan penduduk dan perkembangan ekonomi meningkatkan kebutuhan lahan, sementara ketersediaannya terbatas. Urbanisasi di Provinsi Jawa Barat sebagai provinsi dengan populasi terbesar di Indonesia sangat penting untuk diteliti. Dalam urbanisasi, perubahan penggunaan lahan tak terhindarkan dan mempengaruhi lahan terbangun di wilayah perkotaan. Penelitian ini menggunakan Landsat 8 yang membawa muatan dua sensor Operational Land Imager (OLI) dan Thermal Infrared Sensor (TIRS) sehingga cocok digunakan sebagai sumber data citra satelit yang andal. Perbandingan antar wilayah dan antar periode sangat dibutuhkan sebagai landasan pengambilan keputusan untuk mewujudkan urbanisasi yang berkelanjutan. Nilai Rate of Change (ROC) digunakan untuk mengukur perbandingan antar periode waktu. Perkotaan di Jawa Barat mengalami laju konsumsi lahan lebih tinggi dibanding pertumbuhan penduduk, namun ada efisiensi penggunaan lahan pada periode 2018-2020 dibanding 2016-2018 dengan penurunan laju LCRPGR sebesar 49.92%. Korelasi LCR dan PGR menunjukkan tren positif namun sangat lemah, menunjukkan adanya faktor lain yang mempengaruhi laju penggunaan lahan perkotaan di Jawa Barat.
Copyrights © 2025