ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
1993: HARIAN JAWA POS

MBA : PERSOALAN GELAR AKADEMIK

Supriyoko, Ki (Unknown)



Article Info

Publish Date
04 May 2010

Abstract

       Sebagai salah satu dari kelompok program master degree maka pada awalnya eksistensi program MBA, Master of Businnes Administration, yang diselenggarakan beberapa universitas di manca negara tidak pernah menimbulkan masalah. Kehadiran program MBA ini disambut secara apa adanya sebagaimana masyarakat menyambut hadirnya program master yang lain, misalnya  Master of Education (M.Ed.), Master of Science (M.Sc.), dan sebagainya.          Keadaan yang silent tersebut ternyata tidak demi-kian halnya di Indonesia. Hadirnya program MBA di negara kita disambut dengan pro dan kontra;  ada yang menyambutsecara welcome namun ada pula yang mencibirkannya. Lebih dari itu bahkan pada akhir-akhir ini polemik mengenai penyelenggaraan program MBA muncul kembali setelah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Fuad Hassan, dengan segenap jajarannya berkeinginan akan menertibkan pemakaian gelar akademik. Aturan main mengenai pemakaian gelar akademik konon sekarang ini sudah sampai pada tahap finishing dan dalam waktu  tidak lama lagi akan segera diumumkan untuk sekaligus dioperasikan.          Sejauh manakah keeratan hubungan antara keinginan Pak Menteri tersebut dengan penyelenggaraan program MBA? Tentu saja hubungannya sangat erat!  Kalau penyelenggara program MBA tetap menganugerahkan gelar akademik bagi lulusannya maka aturan main yang dibuat Pak Menteri bu-kan tidak mungkin akan "mengena" pada penyelenggara MBA; apalagi para penyelenggara MBA sebagai lembaga pendidik-an di luar sekolah selama ini berada langsung di bawah pengawasan dan pembinaan Depdikbud.

Copyrights © 1993