Bencana adalah suatu peristiwa alam yang ekstrem dan berpotensi menimbulkan bahaya bagi hidup, harta benda, dan aktivitas manusia. Kota Yogyakarta memiliki kasus terkonfirmasi positif Covid-19 tinggi sebanyak 33.887 jiwa selama tahun 2022. Kenaikan kasus ini tidak hanya disebabkan oleh kontak langsung seperti bersin dan sentuhan fisik, tetapi juga oleh penularan tidak langsung. Salah satu bentuk penularan tidak langsung terkait dengan Derajat Kejenuhan Jalan. Jaringan jalan berpotensi memiliki peran dalam penyebaran Covid-19 karena jalan yang efisien memungkinkan adanya pergerakan penduduk. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan derajat kejenuhan lalu lintas terhadap tingkat persebaran Covid-19 di Kota Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan menggunakan teknik analisis pemetaan spasial dengan Sistem Informasi Geografis (SIG) menggunakan overlay dan analisis korelasi linear. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara derajat kejenuhan lalu lintas pada ruas jalan yang memiliki kejenuhan yang tinggi dengan tingkat kasus konfirmasi Covid-19. Adanya kekhawatiran akan penularan virus berdampak pada perubahan pola transportasi yaitu meningkatnya penggunaan kendaraan pribadi. Masyarakat Kota Yogyakarta yang sebelumnya menggunakan angkutan umum beralih menggunakan kendaraan pribadi yang dapat meningkatkan kemacetan sehingga berdampak pada kejenuhan lalu lintas di ruas jalan setiap kelurahan. Penelitian ini mengidentifikasikan diperlukannya peran pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam menangani bencana non alam dalam kasus pandemi Covid-19 maupun bencana lainnya.
Copyrights © 2026