Penelitian ini dilatarbelakangi siswa kesulitan dalam melakukan pasing bawah, karena siswa tidak memahami bagaimana cara melakukannya, bagaimana perkenaan bola dan ayunan serta posisi kaki dan tangan saat melakukan pasing bawah, hal itulah yang mendasari peneliti melakukan observasi sehingga hasil tersebut menunjukan bahwa pasing bawah memiliki tingkat kesulitan tinggi dan beragam bagi peserta didik kelas X SMA Negeri 1 Slogohimo. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif dengan jenis penelitian Quasi Eksperimental. Sampel untuk penelitian ini terdiri dari siswa X.A dan X.B SMA Negeri 1 Slogohimo dengan menerapkan purposive sampling. Analisis data yang diterapkan yaitu sample t-test dengan taraf signifikansi 5%. Hasil Penelitian dari 25 peserta didik X.A (praktek fisik part practice) dan 25 siswa kelas X.B (praktek fisik whole practice) diketahui terdapat peningkatan hasil belajar pasing bawah menggunakan penerapan model belajaran praktek fisik part practice dan juga praktek fisik whole practice. Kenaikan kelas part practice sebesar 19%. Kenaikan praktek fisik whole practice sebesar 17%. Simpulan penelitian ini adalah ada dampak penggunaan metode belajaran praktek fisik part practice dan praktek whole practice hal ini dikarenakan adanya kenaikan hasil belajar siswa. Namun melalui pengujian independen sampel t-test menyatakan bahwa penggunaan metode belajaran part practice dan juga praktek whole practice sama-sama berpengaruh memperbaiki niali pembelajaran pasing bawah bola voli peserta didik kelas X SMA Negeri 1 Slogohimo. Kata kunci: Pembelajaran, Hasil Pembelajaran, Fisik, Bola Voli
Copyrights © 2024