Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan random control group posttest-only design. Pelaksanaan penelitian dilakukan di Institut Biosains Universitas Brawijaya Malang. Sampel yang digunakan adalah hewan coba berupa tikus jantan jenis wistar berjumlah 39 ekor, yang kemudian dibagi dalam 3 kelompok sama rata (kontrol, moderate intensity continuous training (MICT) dan high intensity interval training (HIIT). Latihan MICT berada pada intesitas 50-60% baseline, sedangkan HIIT pada intensitas 100% baseline kemampuan maksimal. Proses latihan dilakukan selama 6 minggu dengan densitas 4 kali per minggu. Pengumpulan data kadar MDA menggunakan metode Spectrophotometry. Teknik analisis data menggunakan uji Anova dan uji lanjutan Tukey HSD dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya pengaruh MICT dan HIIT terhadap perubahan berat badan dan kadar Malondialdehyde. Dalam uji lanjut, metode MICT dan HIIT memiliki pengaruh positif yang sama dalam perubahan berat badan (0,876 > 0,05). Sedangkan pada kadar MDA, interaksi tiga kelompok saling memiliki perbedaan (Sig. < 0,05). MICT dinilai lebih baik karena memiliki mean 91,45±1,89 ng/mL, sedangkan HIIT dengan mean 184,07±6,19 ng/mL. Dari keseluruhan hasil, MICT lebih efektif dan aman dibandingkan HIIT dalam memperbaiki status metabolik tubuh pada subyek obesitas yang dilihat melalui hasil adaptasi kadar MDA. Kata kunci: MICT, HIIT, obesitas, kerusakan sel (malondialdehyde)
Copyrights © 2024