Kelompok ibu rumah tangga memegang peran penting dalam membentuk fondasi keluarga, terutama dalam hal pengasuhan anak dan pengelolaan rumah tangga. Namun, secara ekonomi, kelompok ini kerap dianggap tidak produktif karena tidak secara langsung terlibat dalam aktivitas ekonomi formal yang menghasilkan pendapatan. Pandangan ini muncul dari anggapan bahwa kontribusi ekonomi hanya diukur melalui aktivitas kerja yang menghasilkan uang, seperti bekerja di sektor formal atau memiliki usaha sendiri. Permasalahan yang dihadapi mitra diantaranya sebagian besar ibu-ibu paguyuban adalah ibu rumah tangga dimana tidak memiliki penghasilan, rendahnya jiwa kewiruasahaannya, tingkat penguasaan teknologi yang masih sangat minim serta kurang menguasai aplikasi social media. Tujuan Program pengabdian ini, adalah untuk menciptakan peluang usaha melalui konten kreatif digital media sosial melalui pemberdayaan ibu-ibu paguyuban RT 01 RW 04 Dukuh Kiringan Desa Samirejo Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus. Salah satu poin dari asta cita adalah: Meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, melalui penciptaan lapangan kerja yang berkualitas dan pengembangan kewirausahaan. Fokus pemberdayaan ibu-ibu dalam konteks Asta Cita dan SDGs ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga, mengurangi ketimpangan gender dalam akses pekerjaan dan pendapatan serta mendorong partisipasi perempuan dalam pembangunan ekonomi. Peran dosen sesuai dengan salah satu IKU yaitu menjalin kerja sama aktif antara perguruan tinggi dan masyarakat, terutama masyarakat yang belum produktif yaitu pada ibu-ibu rumah tangga.Kata Kunci: media sosial; pemasaran digital; peluang usaha; kewirausahaan; literasi keuangan
Copyrights © 2026