Tradisi Manten Kucing adalah tradisi yang cukup terkenal di Kabupaten Tulungagung. Tradisi Manten Kucing masih rutin dilaksanakan di salah satu desa yang ada di Kabupaten Tulungagung tepatnya di Desa Pelem, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung. Tradisi ini merupakan tradisi mengarak kemudian memandikan sepasang kucing jantan dan betina untuk dimandikan di Telaga Coban. Sepasang kucing jantan dan betina akan dibawa oleh sepasang orang dengan memgenakan pakaian adat Jawa yaitu laki laki menggunakan beskap dan perempuan mengenakan kebaya. Tradisi ini biasanya diiringi dengan Tari Tiban dan Langen Beksan Tayub. Tradisi ini dimulai dari seorang linuwih desa yang bernama Eyang Sangkrah. Eyang Sangkrah bingung karena desanya mengalami kekeringan. Banyak usaha yang dilakukan Eyang Sangkrah agar Desa Pelem turun hujan. Namun, usaha tersebut tidak semuanya berhasil. Eyang Sangkrah tidak menyerah untuk memperjuangkan agar desa nya tidak kekeringan dan turun hujan. Cara tersebut adalah Eyang Sangkrah mengajak kucingnya untuk dimandikan di Telaga Coban. Akhirnya, Desa Pelem turun hujan. Tradisi ini bertujuan untuk meminta hujan. Tradisi ini mengandung nilai budaya yaitu dengan adanya tradisi ini semakin tinggi rasa cinta tanah air terhadap budaya bangsa sendiri agar tidak semakin luntur seiring perkembangan zaman ini. Tradisi ini juga mengandung nilai pancasila yaitu religus, gotong royong, persatuan. Tradisi ini tetap rutin dilaksanakan untuk menjaga tradisi budaya agar tidak hilang karena perkembangan zaman.
Copyrights © 2024