Jika fungsionalitas berfokus pada proses manajemen bakat perusahaan untuk memperoleh hasil tertentu, maka vitalitas berfokus pada sikap dan cara berpikir orang untuk bertanggungjawab kepada proses, tidak hanya dalam sumberdaya manusia, tetapi seluruh lini dan semua cara untuk menuju puncak organisasi. Vitalitas mempunyai tiga karakteristik yang terdiri dari komitmen, janji dan akuntabilitas. Demikian tulis Douglan A Ready dan Jay A Conger yang dimuat Harvard Business Review Juni 2007. Untuk membangun komitmen, P&G membangun program internal pendidikan yang memberikan kesempatan untuk mengambil tanggungjawab yang nyata dalam bekerja pada proyek penting dengan menggunakan sumberdaya perusahaan secara penuh. Program internal secara luas dapat menjadi saluran organisasi, karena merupakan waktu yang dapat dipakai manajer untuk mendorong, melatih dan memberi nasehat secara internal. Pada HSBC, komitmen terhadap calon pemimpin dipersonifikasikan oleh Green yang menyatakan âTidak ada yang lebih penting daripada mengambil komitmen yang benar... semua cara diambil melalui posisi senior yang paling berpengaruh.â Eksekutif lini berpartisipasi secara langsung dalam proses, bekerjasama dengan fungsi sumber daya pusat dan regional untuk mengisi posisi yang penting. Janji merefleksikan derajat komitmen pemimpin perusahaan terhadap manajemen bakat secara rinci. P&G menjanjikan karyawan dalam pengembangan karirnya dari hari ke hari yang dimulai di dalam perusahaan. Mereka bekerja dengan manajer yang merekrut mereka dan mengembangkan mereka yang oleh P&G disebut âperedaran pengembangan karirâ. Untuk yang mempunyai potensi tinggi, P&G memperkenalkan âpekerjaan yang ditujuâ yang akan dicapai hanya jika karyawan terus-menerus melakukan, memberikan kesan dan menunjukkan potensinya yang berkembang. Akuntabilitas dilaksanakan oleh seluruh stakeholder untuk membuat sistem dan proses pengembangan bakat berjalan dengan baik. âDi P&G perencanaan karir untuk seluruh manajer umum dan wakil presiden dan talent pool sesuai dengan yang dirujuk sebagai perusahaan top 165,â kata Lafley, CEO P&G. Sedangkan di HSBC, para eksekutif bertanggungjawab terhadap talent pool dan memelihara dengan sepenuh hati proses manajemen bakat. Perusahaan-perusahaan yang dikagumi dunia mempunyai proses yang baik dalam mengembangkan bakat karyawannya untuk menyiapkan pemimpin masa depan. Biasanya proses tersebut relatif mudah ditiru oleh pesaing. Sesuatu yang sulit ditiru oleh pesaing adalah semangat, yang merupakan bagian dari vitalitas. Semangat merupakan ukuran yang dipakai perusahaan untuk dibangun dalam budaya perusahaan tersebut. Semangat karyawan harus tetap terjaga dengan baik agar perusahan tetap berkinerja tinggi. Semangat yang dilandasi visi yang mulia dan ditopang dengan doa merupakan senjata rahasia.
Copyrights © 2007