Para pekerja pada tahap pemeliharaan gedung sangat berisiko mengalami kecelakaan kerja jika tidak menjalankan prosedur pemeliharaan dengan baik. Namun data pada fase pemeliharaan, informasi keselamatan serta prosedur kerja, belum terintegrasi dengan baik sehingga sulit untuk menerapkan praktik kerja yang aman. Mitigasi kecelakaan kerja dapat dilakukan dengan mengimplementasikan BIM untuk memecahkan masalah interoperabilitas data. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh model implementasi BIM terhadap K3 serta pengaruhnya dalam meminimalisasi kecelakaan kerja. Penelitian ini diawali dengan studi literatur dan wawancara lalu dilanjutkan dengan penyebaran kuesioner menggunakan metode Delphi. Hasil yang didapat menyatakan bahwa terdapat tiga variabel model implementasi BIM terhadap K3 yang dapat meminimalisasi kecelakaan kerja pada tahap pemeliharaan, yaitu (1) BIM sebagai sarana integrasi data menggunakan format file IFC; (2) BIM sebagai sarana analisis data menggunakan Facility Management Visualisation Analysis System (FMVAS); dan (3) BIM sebagai sarana aksesibilitas data menggunakan barcode/RFID tags dan Augmented Reality (AR). Pengaruh terbesar terdapat pada model BIM sebagai sarana aksesibilitas data menggunakan barcode/RFID tags dan AR, dimana variabel tersebut berpengaruh terhadap 26 jenis pekerjaan pada tahap pemeliharaan.
Copyrights © 2023