Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Analisis Pemborosan Proses Loading dan Unloading Pupuk dengan Pendekatan Lean Supply Chain Tubagus Ardi Ferdiansyah; Asep Ridwan; Widi Hartono
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 1 No. 1 Maret 2013
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (587.842 KB)

Abstract

PT. ABC merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa pengangkutan barang, baik barang curah kering maupun barang curah cair sehingga tidak terlepas dari kegiatan logistik. Penelitian ini difokuskan pada jenis barang curah yaitu pupuk. Permasalahan yang dihadapi perusahaan saat ini adalah terjadinya inefesiensi di aliran Supply Chain pada proses Load dan Unload pupuk yang disebabkan adanya waste(pemborosan) dan Non Value Added (NVA) yang dapat merugikan perusahaan. Tujuan penelitian ini yang adalah mengetahui jenis waste apa saja yang ada pada aliran Supply Chain pada produk pupuk dan bagaimana rekomendasi perbaikan yang dilakukanuntuk mengurangi waste tersebut. Dengan menggunakan pendekatan Plan Do Check Action (PDCA) dan metode Value Stream Analysis Tools (VALSAT) diharapkan dapat mengurangi waste dan membuat perusahaan lebih produktif lagi. Usulan perbaikan pada penelitian ini adalah dengan menggunakan conveyor untuk proses pembongkaran dari dermaga ke gudang packaging,mendekatkan timbangan dengan gudang penyimpanan, penyuluhan tentang pentingnya K3 secara kontinyu setiap dua bulan kepada operator dan karyawan lainya sehingga bisa menghindari kecelakaan di tempat kerja, mendesign grab dengan ukuran yang lebih besar yaitu 13,37 m , menambah jumlah truck, pelatihan pada operator dan supir. pengaturan truk yang lalu lalang di dermaga dan penempatan parkir lebih teratur dan rapih. Dengan usulan perbaikan yang tersebut untuk nilai NVA yang semula 405,78 menit atau 39,88% turun sebesar 7,40% menjadi 294,42 menit atau 32,48% , waktu siklus menjadi berkurang yang semula sebesar 1017,46 menit turun sebesar 110,94 menit menjadi 906,52 menit dan untuk Process Cycle Efficiency (PCE) yang semula 39,03% naik sebesar 4,77% menjadi 43,80%. . 2
PELATIHAN DASAR BUILDING INFORMATION MODELLING UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI MODELING BANGUNAN GEDUNG PADA PERUSAHAAN JASA KONSTRUKSI MENENGAH Hartono, Widi; Handayani, Dewi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i6.27668

Abstract

Abstrak: Kontraktor klasifikasi menengah ke bawah dihadapakan pada masalah keterbatasan sumber daya manusia, hal ini disebabkan oleh beberapa masalah salah satunya proses perekrutan tidak dilaksanan dengan baik. PT. Pesona Karya Sejahtera merupakan salah satu kontraktor yang memiliki klasifikasi usaha menengah yang sedang berkembang dihadapkan pada permasalahan kualitas sumber daya manusia yaitu penggunaan teknologi Building Information Modelling (BIM). Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kemampuan karyawan dalam memodelkan bangunan gedung dengan menggunakan teknologi BIM. .. Untuk membantu menyelesaikan masalah tersebut maka dilakukan kegiatan pelatihan teknologi BIM kepada 35 karyawan PT. Pesona Karya Sejahtera dan memberikan pendampingan agar karyawan dapat menguasai teknologi BIM. Evaluasi kegiatan pelatihan dilakukan dengan memberikan lembar soal dengan jumlah 10 pertanyaan...Tes awal diperoleh skor rata-rata pengetahuan dari karyawan adalah sebesar 43.91, hasil tersebut termasuk masih kurang. Karyawan masih belum mengenal dan memahami teknologi BIM dengan baik, karena latar belakang pendidikan dari karyawan yang sangat beragam. Hasil pelatihan dan pendampingan menunjukkan peningkatan yang baik yaitu meningkat sebesar 56.35%. Peningkatan terbesar berasal dari karyawan yang ditugaskan di bagian teknik dan memiliki latar pendidikan teknik.Abstract: Limited human resources are a concern for medium-sized contractors, and it stems from a number of issues, including improper hiring practices. The medium-sized contractor PT. Pesona Karya Sejahtera is presently developing and facing issues with the caliber of its workforce, especially when it comes to using BIM technology. In order to solve this problem, PT. Pesona Karya Sejahtera trained its staff in BIM technology and offered mentorship to guarantee that they were proficient in it. The evaluation of the training activity is conducted by providing a question sheet with a total of 10 questions. The initial test yielded an average knowledge score of 43.91, which is still within the acceptable range. Because of their varied educational backgrounds, employees are still unfamiliar with and lack a thorough understanding of BIM technology. With a 56.35% rise, the training and mentorship outcomes show a notable improvement. Employees assigned to the engineering department and those with engineering degrees make the biggest improvements.
Evaluation of Road Preservation Priorities Based on Road Condition and Traffic Load on the Jambi Province Border-Maur Project Corridor Pratiwi, Kimgrace Martha Putri; Handayani, Dewi; Hartono, Widi
International Journal of Sustainable Building, Infrastructure and Environment (IJOSBIE) Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Science and Technology Research Centre, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/ijosbie.v7i1.27822

Abstract

This study aims to evaluate road preservation priorities based on road surface condition and traffic load along the Jambi Province Border–Maur project corridor. The dataset comprises maintenance cost data for ten road sections. The analysis was conducted by calculating the maintenance cost per kilometer, applying min–max normalization to the International Roughness Index (IRI) and Average Daily Traffic (ADT), and developing a Service Pressure Index (SPI). The results indicate that the Betung–Bts. Kota Palembang section has the highest preservation priority, with an SPI value of 0.953, followed by the Bts. Prov. Jambi–Peninggalan section with an SPI value of 0.623 and the Sei Lilin–Betung section with an SPI value of 0.431. These findings suggest that the SPI can serve as an initial decision-support tool for establishing road preservation priorities in a more proportional manner by considering both infrastructure condition and service pressure.
Pelatihan Penjadwalan Proyek Konstruksi dengan Microsoft Project Pada PT Insan Pesona Kabupaten Pati Hartono, Widi; Handayani, Dewi
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 11, No 1 (2022): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v11i1.53626

Abstract

Kontraktor di Indonesia dibagi menjadi 3 klasifikasi kontraktor besar, menengan dan kecil. Kontraktor menangan ke bawah terutama kontraktor kecil memiliki banyak keterbatasan yaitu masalah dana, peralatan, teknologi, dan sumber daya manusia. Keterbatasan sumber daya sering ditemui pada kontraktor kecil terutama yang berkaitan dengan keahlian dan ketrampilan. Banyak kontraktor kecil melakukan perekrutan tidak didasarkan pada tenaga kerja yang memiliki keahlian bidang sipil. Hal ini berkaitan dengan keterbatan dana yang digunakan untuk menggaji tenaga kerja. Keahlian dan ketrampilan tenaga yang dimiliki sering kali diberikan langsung saat mengerjakan proyek, sehingga sering kali ditermui permasalah di lapangan karena keterbatasan keahlian. Masalah yang sering muncul adalah masalah pembuatan jadwal pekerjaan yang tidak dilakukan dengan baik. Urutan pekerjaan sering kali hanya mengandalkan intuisi dari seniornya sehingga para yunior tidak begitu memahami apabila ada masalah. PT Insan Pesona Group merupakan salah satu kontraktor yang memiliki klasifikasi usaha kecil sampai menengah juga dihadapkan pada permasalahan tersebut. Untuk itu maka akan direncanakan untuk melakukan pembinaan terhadap perusahaan ini melalui berbagai cara yaitu melakukan pelatihan penjadwalan pada staff atau pegawai dan melakukan pendampingan apabila terdapat permasalahan pada saat membuat penjadwalan. Hasil pengabdian menunjukkan pre test terhadap semua karyawan PT Insan Pesona menunjukkan hasil yang tidak bagus. Seleksi peserta pelatihan diperlukan untuk meningkatkan efektivitas pelatihan. Jumlah peserta yang banyak akan menambah energi instruktur untuk menyampaikan dan menjelaskan materi Ms Project. Selain itu latar belakang pendidikan yang tidak sesuai juga menambah kesulitan dalam proses pelatihan. Hasil pelatihan menunjukkan hasil yang baik dimana ada peningkatan pemahaman dan pengetahui dari karyawan terhadap penjadwalan dan Ms Project. Peningkatan yang paling tinggi terletak pada karyawan yang memiliki latar belakang Pendidikan Teknik Sipil.
Analisis Percepatan Waktu Terhadap Biaya Proyek Konstruksi Menggunakan Konsep Nilai Hasil Dengan Program Primavera 6.0 (Studi Kasus : Proyek Pelebaran Jalan, Banten). Nuranto, Ambar Suhartina; Hartono, Widi; Rifai, Muji
Matriks Teknik Sipil Vol 10, No 1 (2022): Maret
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v10i1.55321

Abstract

Perkembangan proyek konstruksi saat ini menjadi sangat besar dan kompleks. Pertumbuhan nilai konstruksi di Indonesia rata-rata pada tahun 2017-2019 sebesar 1% sedangkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia ditargetkan mencapai 6% dalam waktu 5 tahun. Karena itu, manajemen konstruksi yang baik sangat dibutuhkan untuk mempelajari, mengatur serta mempraktikkan seluruh kegiatan yang ada di sebuah proyek konstruksi. Pada penelitian ini digunakan metode nilai hasil dan juga ditunjang dengan Primavera 6.0. Metode ini menganalisis kinerja pelaksanaan dan membuat perkiraan penyelesaian proyek yang memberikan informasi tentang kinerja proyek dalam periode pelaporan dan perkiraan biaya produksi serta waktu untuk menyelesaikan semua pekerjaan proyek. Data yang diperlukan yaitu rencana anggaran biaya (RAB), kurva-S, dan laporan mingguan. Dari asil analisis data yang dilakukan pada proyek pelebaran jalan menunjukkan pengerjaan proyek yang awalnya direncanakan selesai selama 367 hari mundur menjadi 424 hari. Nilai kontrak awal proyek sebesar Rp. 76.970.691.038,18 dengan prakiraan biaya penyelesaian proyek Rp. 69.956.635.970 sehingga terdapat sisa anggaran Rp. 7.014.055.068. Karena terjadi keterlambatan maka dilakukan analisis untuk mengatasi keterlambatan. Dengan skenario percepatan jam kerja shift didapatkan hasil percepatan selama 35 hari, yang semula 203 hari menjadi 168 hari dengan penambahan biaya sebesar Rp. 172.982.672. Dengan skenario percepatan penambahan tenaga kerja didapatkan percepatan selama 35 hari, yang semula 203 hari menjadi 168 hari dengan penambahan biaya sebesar Rp. 95.553.848. Selanjutnya dengan skenario percepatan penambahan alat berat didapatkan hasil percepatan sebesar 68 hari, yang semula 203 hari menjadi 135 hari dengan penambahan biaya sebesar Rp. 1.690.580.160 
ANALISIS RISIKO KECELAKAAN KERJA PADA KONSTRUKSI STRUKTUR ATAS JEMBATAN Hartono, Widi; Handayani, Dewi; Prakusya, Muhammad Bara
Matriks Teknik Sipil Vol 11, No 1 (2023): Maret
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v11i1.71133

Abstract

Cedera akibat kerja di Indonesia memiliki angka yang besar yaitu 243.000 pada tahun 2021. Jumlah ini meningkat sebesar 5,6% dibandingkan pada tahun 2020 dengan tingkat cedera akibat kerja sebesar 221.000. Kepatuhan terhadap peraturan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) selama proses konstruksi akan mengurangi risiko kecelakaan kerja dari aktivitas berisiko tinggi menjadi aktivitas berisiko rendah, risiko sedang, dan bahkan risiko rendah. Meskipun penerapan peraturan ini memerlukan biaya tambahan, namun biaya yang dikeluarkan untuk kecelakaan kerja jauh lebih besar daripada biaya yang dikeluarkan apabila terjadi kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengatasi risiko yang dapat membahayakan keselamatan pekerja dalam proyek konstruksi bangunan atas jembatan. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dari wawancara dan kuisioner kepada responden, kemudian data sekunder yang diperoleh dari data proyekHasil analisis menunjukkan risiko kecelakaan kerja yang paling besar adalah kegiatan pemasangan balok girder. Rekomendasi untuk penangan risiko diperloeh dari hasil analisis terhadap regulasi yang ada dan wawancara dengan ahli.
Pengaruh Penerapan Metode Building Information Modeling (BIM) Terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sebagai Mitigasi Kecelakaan Kerja pada Tahap Pemeliharaan Gedung Menggunakan Metode Delphi Hartono, Widi; Handayani, Dewi; Olivia, Janeta
Matriks Teknik Sipil Vol 11, No 2 (2023): Juni
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v11i2.76515

Abstract

Para pekerja pada tahap pemeliharaan gedung sangat berisiko mengalami kecelakaan kerja jika tidak menjalankan prosedur pemeliharaan dengan baik. Namun data pada fase pemeliharaan, informasi keselamatan serta prosedur kerja, belum terintegrasi dengan baik sehingga sulit untuk menerapkan praktik kerja yang aman. Mitigasi kecelakaan kerja dapat dilakukan dengan mengimplementasikan BIM untuk memecahkan masalah interoperabilitas data. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh model implementasi BIM terhadap K3 serta pengaruhnya dalam meminimalisasi kecelakaan kerja. Penelitian ini diawali dengan studi literatur dan wawancara lalu dilanjutkan dengan penyebaran kuesioner menggunakan metode Delphi. Hasil yang didapat menyatakan bahwa terdapat tiga variabel model implementasi BIM terhadap K3 yang dapat meminimalisasi kecelakaan kerja pada tahap pemeliharaan, yaitu (1) BIM sebagai sarana integrasi data menggunakan format file IFC; (2) BIM sebagai sarana analisis data menggunakan Facility Management Visualisation Analysis System (FMVAS); dan (3) BIM sebagai sarana aksesibilitas data menggunakan barcode/RFID tags dan Augmented Reality (AR). Pengaruh terbesar terdapat pada model BIM sebagai sarana aksesibilitas data menggunakan barcode/RFID tags dan AR, dimana variabel tersebut berpengaruh terhadap 26 jenis pekerjaan pada tahap pemeliharaan. 
Karakteristik Angkutan Penyeberangan Sungai Donan Kabupaten Cilacap (Studi Kasus Rute Kalipanas-Kutawaru) Alamsyah, Muhammad Duta; Handayani, Dewi; Hartono, Widi
ENVIRO: Journal of Tropical Environmental Research Vol 25, No 1 (2023): Maret
Publisher : Center for Environmental Research, LPPM, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/enviro.v25i1.78519

Abstract

Wilayah Kelurahan Kutawaru, Kecamatan Cilacap Tengah dengan wilayah ibukota kabupaten dipisahkan oleh Sungai Donan. Ditambah rute memutar dan waktu tempuh lebih lama bila menggunakan jalan darat dengan kondisi jalan yang rusak membuat masyarakat sekitar mengadakan angkutan penyeberangan. Kondisi tersebut melatarbelakangi penelitian dalam rangka mengetahui karakteristik angkutan penyeberangan Sungai Donan di Cilacap pada rute Kalipanas-Kutawaru dilihat dari aspek operasional dan teknis. Langkah pengambilan data dilakukan dengan observasi lapangan, wawancara, dan pengisian kuisioner kepada pengguna jasa dan operator kapal motor. Data tersebut dianalisis dengan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Karakteristik pengguna jasa didominasi pria sebesar 54,31%, usia mayoritas pada rentang 21-30 tahun sebesar 25,86%, tingkat pendidikan banyak berakhir pada SMA/SMK/MA sebesar 37,07%, pendapatan per bulan paling banyak pada rentang ≤ Rp2.000.000 sebesar 65,52%, kendaraan sepeda motor dimiliki sebagian besar pengguna sebesar 89,66%, sebagian besar pekerjaan ialah buruh sebesar 21,55%, mayoritas bermaksud melakukan perjalanan dalam rangka kegiatan sosial sebesar 37,07%, frekuensi penggunaan pengguna jasa mayoritas 2 kali dalam satu minggu sebesar 68,10%, dan alasan penggunaan paling banyak adalah cepat sebesar 54,31%. Karakteristik operator didominasi pria, batas bawah usia 30 tahun dan atasnya 64 tahun, tingkat pendidikan sebagian besar berakhir di SD/MI, seluruh operator bertempat tinggal di Kelurahan Kutawaru, dan beberapa sudah mencapai lebih dari 10 tahun menjadi nahkoda kapal.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Adelino, Sheiza Ahryko Ady Candra, Wahyu Prasetya Alamsyah, Muhammad Duta Ali Ikhwan Andhina, Monica Anggraeni, Elisabeth Riska Ardi, Afrinur Winursito Arniati, Apriliani Nur Artanto, Abdjad Agung Arya, Irla Gabriela Asep Ridwan Aspia Ningrum, Fika Giri Baskoro, Sukho Cahyarini, Vina Putri Destyarini, Arum Dewi Handayani Dilian Yanuar Agus Putri, Alfichri Edy Purwanto Faizah, Dwi Rahmawati Firdaus, Fakhri Firdausy, Sabila Fitria, Arif Hanifah, Amaniyah Wahidatul Hartomo, Christianto Himawan, Ardyan Reza Iswati Iswati, Iswati Khalifah, Suciati Nur Kork, MAN Kusuma, Doni Probo Laili, Fitria Nur Lanjari, Lanjari Larto, Larto Lilik Kurniawan Magna, Monica Tanskanovia Maharu, Edo Mahestika, Resti Artha Muali, Ahmad Muchacha Mufti, Muchacha Muji Rifai, Muji Mulyarko, Lazuardi Gagah Murdoko, Bayu Ari Muttaqien, Adi Yusuf Novita Anggraeni Nugroho, Andreawan Setyo Nuranto, Ambar Suhartina Nurhidayah, Lutfiana Nurmufti, Sitcha Atat Nurul Fatimah Olivia, Janeta Ophelia, Rahma Ori Pancaningrum, Endar Prakoso, Indra Tri Prakusya, Muhammad Bara Pranestika, Kameliana Ravesa Pratitasari, Putri Pratiwi, Kimgrace Martha Putri Purba, Derry Handoko Purnama, Mila Nata Purnomo, Sri Cipto Purwosri, Visaretri Pramuktia Putri, Maharani Kurnia Rahayu, Pangestuti Siwi Rahma, Diyar Rahmah, Hanan Nur Ranu Prana, Yoka Raditya Ridwansyah, Fajar Sabry, SLES Saido, Agus Prijadi Saparudin, Yopi Senot Sangadji, Senot Shapeka, Shandra Siwi R, Pangestuti Sobriyah Sobriyah Soeharto, Delan Sugiyarto Sugiyarto Sunarmasto, Sunarmasto Sunarmasto, Sunarmasto Taufiq Akbar Tubagus Ardi Ferdiansyah Utami, Hartanty Utami, Novita Putri Wardani, Paula Karisma Widayanti, Diyah Ayu Wikan Prasodjo3, Eva Kumala Yunita Purwandari