Desa merupakan komponen penting tatakelola pemerintahan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, sehingga dengan pesatnya globalisasi saat ini mendorong desa untuk beradaptasi dengan kemajuan teknologi tersebut dalam mendorong kemandirian desa. Saat ini hanya 37 desa dari 251 desa di Kabupaten Wonogiri yang dikategorikan sebagai desa mandiri, dimana Kecamatan Manyaran hanya memiliki satu desa mandiri di dalamnya. Untuk itu, aparatur desa selaku Sumber Daya Manusia yang bertanggung jawab dalam memberikan pelayanan publik berperan penting dalam menjalankan digitalisasi pelayanan tersebut. Di desa dengan segala keterbatasannya jika dibandingkan dengan perkotaan dalam hal mengoperasikan teknologi masih dirasa masih sangat rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesiapan aparatur desa. Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif dengan guidance theory menggunakan STOPE Framework oleh Al-Osaimi, Alheraish, dan Bakry, yang terdiri dari strategy, technology, organization, people, dan environment. Kemudian, teknik pengumpulan yaitu melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Kemudian analisis datanya menggunakan software NVIVO sebagai tools dalam analisis dan pemodelan data yang selanjutnya diuji validitas menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukkan aparatur desa di Kecamatan Manyaran dalam pengoperasian digitalisasi untuk mewujudkan kemandirian desa sudah cukup siap namun masih ada beberapa aspek yang perlu untuk ditingkatkan seperti mengintegrasikan digitalisasi dalam pembangunan, adaptasi aparatur desa, kualitas performance jaringan, serta kerjasama.
Copyrights © 2024