Komposisi jumlah laki – laki dan perempuan pada jajaran pimpinan yaitu ketua tim kerja atau penanggung jawab urusan pada struktur organisasi di Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V penyesuaian sistem kerja terhitung mulai Februari 2025 menarik perhatian akan indikasi terjadinya fenomena glass ceiling dalam peningkatan jenjang karir ASN perempuan pada lembaga tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi dengan metode kualitatif, pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap 6 (enam) informan dari berbagai bidang di LLDIKTI Wilayah V. Data dianalisis berdasarkan pendekatan analisis data Creswell (2014) melalui tahap pengkodean, pengelompokan tema, dan interpretasi mendalam terhadap factor peran gender, stereotip gender, dan lingkungan kerja. Hasil analisis menunjukkan bahwa glass ceiling tidak muncul secara eksplisit melalui kebijakan diskriminatif, melainkan faktor implisit seperti konstruksi gender serta pertimbangan individual tetap menjadi hambatan. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan program afirmatif berbasis gender dan penguatan sistem merit di lembaga pemerintahan yang lebih adil dan inklusif.
Copyrights © 2025