Meningkatnya tensi geopolitik global akibat Konsekuensi ekonomi dari perang Rusia dengan Ukraina menjadikan tantangan baru di tengah ketidakpastian dan ketidakstabilan perekonomian global. Hal ini berimplikasi pada melonjaknya harga pangan, energi, sampai mempengaruhi kondisi kestabilan perekonomian negara seperti suku bunga acuan. Diimplementasikannya perubahan kebijakan kenaikan suku bunga bunga BI menjadi langkah pertama yang diambil pemerintah dalam mengatasi ketidakpastian kondisi yang terjadi sekarang. Dalam hal ini, konsep Dynamic Governance serta peran dinamis para aktor pemerintahan dan non-pemerintahan menjadi sangat penting dalam menghadapi tantangan yang semakin disruptif dan penuh ketidakpastian. Penelitian ini mengkaji tentang pelaksanaan Dynamic Governance dalam menciptakan kebijakan yang dinamis dan kontekstual. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan analisis jejaring wacana (Discourse Network Analysis). Pengumpulan data diambil dari sumber media berita online (Kompas.com dan tempo.co) tentang konten terkait suku bunga BI pada bulan Agustus-Oktober 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat aktor pemerintahan yang melakukan wacana secara komprehensif mengenai aktualisasi konsep dynamics governance dalam perubahan kebijakan kenaikan suku bunga BI. Kebijakan publik yang diputuskan oleh pemerintah perlu dilandasi dengan kajian ilmu yang lengkap agar tepat sasaran dan perlu mensinergitaskan para aktor karena sangat penting dalam proses monitoring kebijakan dan disisi lain juga agar memiliki paradigma yang sama dalam perubahan kebijakan kenaikan suku bunga BI.
Copyrights © 2025