Artikel ini menganalisis peranan korban perempuan dalam non-consensual dissemination intimate images violence di media sosial dikaji dari perspektif viktimologi. Tujuan artikel ini adalah untuk mengetahui adanya peranan korban dalam kasus penyebaran konten intim non-konsensual yang memanfaatkan media sosial dikaji melalui perspektif viktimologi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian normatif yang bersifat desktiptif serta menggunakan pendekatan konseptual dan pendekatan kasus untuk menyelesaikan permasalahan yang ada. Artikel ini membuktikan bahwa berdasarkan teori presipitasi korban (victim precipitation theory) dalam viktimologi, korban perempuan pada dasarnya memiliki peranan yang melekat pada sikap dan tingkah laku korban yang memicu terjadinya tindak pidana penyebaran konten intim non-konsensual.
Copyrights © 2024