ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
1995: HARIAN SUARA MERDEKA

KI HADJAR "RONTOKKAN" ORDONANSI BELANDA

Supriyoko, Ki (Unknown)



Article Info

Publish Date
21 Jun 2010

Abstract

Kita mempunyai kebiasaan yang konstruktif pada setiap tanggal 2 Mei memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Kiranya tidak banyak yang tahu bahwa kebiasaan ini sudah dimulai lebih dari tiga puluh tahun yang silam.  Setiap kita bangsa Indonesia ini memperingati Hardiknas maka nama Ki Hadjar Dewantara segera muncul di benak kita semua;memang peringatan Hardiknas itu sendiri diambil atau dibakukan dari tanggal lahir Ki Hadjar sebagai Bapak Pendidikan yang telah menyumbangkan hampir seluruh hidupnya untuk mengembangkan pendidikan nasional.   Ki Hadjar lahir  di Yogyakarta tanggal 2 Mei 1889  dengan nama Raden Mas (RM) Soewardi.  Beliau berasal dari keluarga bangsawan Soerjaningrat sehingga ketika muda lebih dikenal dengan nama R.M. Soewardi Soerjaningrat. Sebagaimana dengan kebiasaan "orang Jawa" waktu itu yang sering berganti nama di masa tuanya maka Soewardi pun ketika genap berusia "panca windu" atau empat puluh tahun, berdasarkan perhitungan Tahun Caka,  juga berganti nama; adapun nama yang dipilihnya adalah Ki Hadjar Dewantara sebagaimana yang kita kenal sampai sekarang ini.   Semenjak mudanya Ki Hadjar senang mengekspresikan ide dalam tulisan. Beliau merupakan penulis yang mahatangguh pada masanya; tulisan-tulisannya sangat tegar dan patriotik yang sanggup membangkitkan semangat antikolonial. Tulisan-tulisan Ki Hadjar juga berisikan konsep-konsep pendidikan berwawasan kebangsaan Indonesia yang banyak dimuat di berbagai media massa terkenal ketika itu; antara lain  Sedya Tama, Midden Java, De Express, Poesara, Oetoesan Hin-dia, Kaoem Moeda dan Tjahaja Timoer.

Copyrights © 1995