ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2008

MERINDUKAN PENDIDIKAN SISTEM AMONG

Supriyoko, Ki (Unknown)



Article Info

Publish Date
17 Apr 2010

Abstract

Mengeratkan hubungan antara Ki Hadjar Dewantara, Tamansiswa, dan pendidikan nasional tentu bukan kegiatan yang mengada-ada, apalagi salah. Ketiga “aspek” tersebut memang mempunyai hubungan banyak arah yang dalam bahasa risetnya diterminologisasi sebagai multi-ways correlation.          Ki Hadjar, pria kelahiran Yogyakarta tanggal 2 Mei 1889 dengan nama Soewardi, adalah pendiri dan pemimpin Tamansiswa; di samping pernah menjadi menteri pendidikan yang pertama kali di Indonesia. Konsep pendi-dikan Ki Hadjar tidak saja dipraktekkan di Tamansiswa akan tetapi juga di Indonesia dalam konteks pendidikan nasional. Konsep kebudayaannya pun juga dijalankan di Tamansiswa, di samping Indonesia. Tentu bukan berarti bahwa Tamansiswa berdiri sendiri di luar Indonesia.          Pemerintah Indonesia pun mengakui besarnya jasa Ki Hadjar utamanya di bidang pendidikan dan kebudayaan. Melalui Surat Keputusan Presiden RI Nomer:316/1959 tertanggal 16 Desember 1959, pemerintah menetapkan tanggal lahir Ki Hadjar sebagai Hari Pendidikan Nasional sebagaimana yang senantiasa kita peringati pada setiap tahunnya.

Copyrights © 2008