Salah satu kesimpulan dari karya Komisi Nasional (Komnas) Pendidikan yang disampaikan di dalam acara ekspose baru-baru ini, baik di Jakarta maupun di Yogyakarta, ialah peran dan kepedulian masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan nasional yang pada umumnya masih rendah dan belum terkoordinasi. Hampir di seluruh daerah ternyata peran dan kepedulian masyarakat di dalam penye-lenggaraan pendidikan masih rendah padahal masyarakat merupakan potensi tersendiri apabila dimotivasi dan dikoordinasi dengan baik.        Ada realitas mengenai banyaknya anggota masyarakat yang secara finansial dan pemikiran memiliki kemampuan untuk berperan dalam penyelenggaraan pendidikan tetapi tidak mampu menunjukkan perannya. Di sisi lain kepedulian masyarakat juga rendah, bahkan seringkali menganggap hal yang biasa manakala hak-haknya untuk memperoleh pelayanan pendidikan yang baik, ternyata diabaikan.        Kesimpulan Komnas Pendidikan tersebut rasanya penting dan tepat; realitasnya memang demikian. Dalam hal peran, sekarang ini banyak anggota masyarakat yang secara ekonomik memiliki kekayaan yang memadai tetapi tak mau berpartisipasi dalam penyelenggaraan pendidikan. Meskipun ada pembangunan gedung sekolah di dekat rumah ia tak mau menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu; dan juga meskipun peralatan laboratorium sekolah di mana anaknya bersekolah tidak lengkap tetapi ia tak mau menyokong dana untuk melengkapinya. Ini contoh konkritnya.        Soal kepedulian sama saja. Tak pernah ada orang tua yang protes dengan kondisi sekolah anaknya yang tidak sehat, atau sang anak tidak dididik oleh guru yang baik, dan sebagainya.
Copyrights © 2002