Kali ini saya berbahagia memperoleh "kehormatan" dari Ramanda H. Karkono Kamajaya Partokusumo, seorang budayawan yang saya hormati. Tulisan saya yang berjudul "Tumbuhnya Wawasan Kebangsaan Indonesia" (KR, 17/02/89) telah ditanggapi beliau melalui artikelnya yang bertitel "Wawasan Kebangsaan Indonesia Berarti Amanat Penderitaan Rakyat" (KR, 08/03/89).       Tanggapan tersebut di atas sekaligus menunjukkan bahwa beliau benar-benar telah mengikuti dan mencermati tulisan-tulisan saya di berbagai media, setidak-tidaknya tulisan saya tentang wawasan kebangsaan tersebut.      Sebuah koreksi tentang tidak boleh berkurangnya tekanan wawasan anti kolonialisme, anti imperalisme, dan anti penjajahan dalam membangun wawasan kebangsaan pasca kemerdekaan ini, dengan senang hati saya dapat menyetujuinya. Memang saya tidak bermaksud mengabaikan wawasan anti kolonialisme, anti imperalisme, dan anti penjajahan dalam membangun wawasan kebangsaan kita.      Lepas dari itu, seandainya artikel saya dicermati kembali secara komprehens, saya mencoba menekankan bahwa pada masa pasca kemerdekaan ini sudah selayaknya wawasan pembangunan dan wawasan kerja sama internasional mendapat posisi strategis dalam wawasan kebangsaan Indonesia. Hal ini sesuai dengan tuntutan prosesi tumbuh mantapnya wawasan kebangsaan Indonesia itu sendiri.
Copyrights © 1989