Resistensi antibiotik merupakan ancaman kesehatan global serius yang dipicu oleh rendahnya literasi masyarakat, termasuk di lingkungan Puskesmas Wonokromo. Perilaku swamedikasi tanpa resep (62,7%) dan ketidakpatuhan dosis (44,6%) menjadi masalah utama akibat adanya kesenjangan kognitif pada audiens usia produktif. Penelitian ini bertujuan merancang kampanye sosial "Bijak Berantibiotik" dengan strategi personifikasi karakter untuk mentransformasi informasi medis yang kompleks menjadi narasi visual yang empatik. Menggunakan metode Design Sprint serta pendekatan kualitatif dan kuantitatif, hasil perancangan ini mengusung konsep "Edukasi Visual Penawar Tangguh" dengan gaya flat design. Media yang dihasilkan berupa motion graphic, poster, dan stiker instruksional yang ditempatkan pada titik kontak (touchpoints) strategis alur pasien. Strategi personifikasi ini terbukti efektif menurunkan resistensi psikologis audiens dan berfungsi sebagai instrumen pendukung bagi tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi.
Copyrights © 2026