Penelitian ini bertujuan menganalisis konstruksi dan representasi identitas budaya kampus mahasiswa Makassar dalam konten parodi Kanda Karca di TikTok, serta memahami proses negosiasinya dengan algoritma dan audiens. Penelitian menggunakan metode kualitatif interpretatif dengan pendekatan analisis semiotika. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan tiga informan utama dan analisis konten video serta respons audiens. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas budaya dikonstruksi melalui observasi sosial, pengalaman empiris, dan strategi kreatif, kemudian direpresentasikan melalui nilai senioritas, simbol visual, bahasa dialek Makassar, serta praktik budaya kampus. Representasi tersebut bersifat ambivalen, menampilkan relasi kuasa sekaligus solidaritas. Selain itu, konstruksi identitas budaya tidak terlepas dari negosiasi dengan algoritma TikTok melalui strategi relatability, konsistensi produksi, dan adaptasi terhadap sensitivitas platform. Interaksi audiens melalui komentar juga berperan dalam memproduksi ulang makna budaya secara dinamis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konten parodi tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai ruang konstruksi, reproduksi, dan negosiasi identitas budaya kampus dalam ekosistem media digital. Temuan ini memberikan kontribusi dalam pengembangan kajian komunikasi budaya dan media digital, serta menjadi rujukan bagi kreator dalam memproduksi konten yang sensitif terhadap nilai budaya.
Copyrights © 2026