Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar IPAS melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) bermuatan kearifan lokal (Oe Puah) pada siswa Kelas IV SD Muhammadiyah 1 Kupang. Penelitian menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan subjek penelitian 28 siswa. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi, tes kemampuan berpikir kritis, dan tes hasil belajar IPAS. Kearifan lokal Timor (Oe Puah) yang diintegrasikan meliputi sistem pertanian tradisional To'os dan praktik pengelolaan air Oe Puah sebagai konteks masalah autentik dalam setiap tahapan PBL. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan: ketuntasan klasikal kemampuan berpikir kritis meningkat dari 28,6% (pra-siklus) menjadi 57,1% (Siklus I) dan 78,6% (Siklus II), sedangkan ketuntasan klasikal hasil belajar IPAS meningkat dari 35,7% menjadi 60,7% dan 82,1%. Nilai rata-rata kemampuan berpikir kritis meningkat dari 55,4 menjadi 79,3, dan nilai rata-rata hasil belajar IPAS meningkat dari 58,2 menjadi 81,6. Disimpulkan bahwa model PBL bermuatan kearifan lokal efektif meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar IPAS siswa Kelas IV Sekolah Dasar serta relevan dengan semangat implementasi Kurikulum Merdeka.
Copyrights © 2026