Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas asesmen diagnostik dalam mengidentifikasi kebutuhan belajar peserta didik pada pembelajaran IPA berbasis diferensiasi di tingkat SMP. Penerapan asesmen diagnostik menjadi bagian penting dalam Kurikulum Merdeka karena membantu guru memperoleh informasi mengenai kemampuan awal, minat, kesiapan belajar, serta karakteristik siswa sebelum proses pembelajaran dilaksanakan. Informasi tersebut digunakan sebagai dasar dalam menentukan strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif evaluatif. Subjek penelitian terdiri atas guru IPA dan siswa SMP yang terlibat dalam pelaksanaan asesmen diagnostik pada kegiatan pembelajaran. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk mengetahui tingkat efektivitas asesmen diagnostik terhadap pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asesmen diagnostik mampu membantu guru memahami kondisi dan kebutuhan belajar siswa secara lebih menyeluruh sehingga pembelajaran dapat dirancang sesuai dengan kemampuan dan karakteristik peserta didik. Selain itu, asesmen diagnostik juga membantu guru menentukan metode, media, dan bentuk pembelajaran yang lebih tepat. Meskipun demikian, pelaksanaannya masih menghadapi kendala berupa keterbatasan waktu, kesiapan guru dalam menyusun instrumen, serta pengelolaan hasil asesmen yang belum optimal. Dengan demikian, asesmen diagnostik dinilai efektif dalam mendukung pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran IPA di SMP.
Copyrights © 2026