Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Kematangan Sosial Emosional Kepala Sekolah terhadap Iklim Kerja Sekolah dan Kualitas Kepemimpinan Kepala Sekolah Julinda Siregar; Novita Vandrianur; Eka Ratna Safitri; Esti Ichtiarni; Siti Kulsum; Yanti Rusdianti; Dita Halleyna; Eneng Fitri Windasari; Diah Fitriani; Sitti Mardiana
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 16 No. 3 (2026): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v16i3.4366

Abstract

Kematangan sosial emosional kepala sekolah merupakan faktor penting yang berkontribusi terhadap efektivitas kepemimpinan dan terciptanya suasana kerja yang nyaman, harmonis, serta mendukung produktivitas di sekolah menengah. Aspek ini mencakup kemampuan mengelola emosi, membangun komunikasi sosial yang baik, serta mengambil keputusan secara bijaksana dalam lingkungan pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei ex post facto korelasional melalui penyebaran angket skala Likert kepada responden. Sampel penelitian ditentukan menggunakan teknik proportional random sampling agar setiap sekolah memperoleh keterwakilan sesuai jumlah populasinya. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dengan uji regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kematangan sosial emosional kepala sekolah berada pada kategori baik (mean = 84,25), iklim kerja sekolah berada pada kategori kondusif (mean = 81,47), dan kepemimpinan kepala sekolah berada pada kategori baik (mean = 85,13). Hasil uji regresi menunjukkan bahwa kematangan sosial emosional kepala sekolah berpengaruh positif dan signifikan terhadap iklim kerja sekolah (B = 0,528; t = 5,764; Sig. = 0,000) dan kepemimpinan kepala sekolah (B = 0,613; t = 6,281; Sig. = 0,000). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kematangan sosial emosional kepala sekolah, semakin baik iklim kerja sekolah dan kepemimpinan kepala sekolah. Oleh karena itu, penguatan kompetensi sosial emosional perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui pelatihan dan pengembangan profesional.
Analisis Efektivitas Asesmen Diagnostik Terhadap Identifikasi Kebutuhan Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Berdiferensiasi IPA SMP Esti Ichtiarni; Hendro Prasetyono
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.656

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas asesmen diagnostik dalam mengidentifikasi kebutuhan belajar peserta didik pada pembelajaran IPA berbasis diferensiasi di tingkat SMP. Penerapan asesmen diagnostik menjadi bagian penting dalam Kurikulum Merdeka karena membantu guru memperoleh informasi mengenai kemampuan awal, minat, kesiapan belajar, serta karakteristik siswa sebelum proses pembelajaran dilaksanakan. Informasi tersebut digunakan sebagai dasar dalam menentukan strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif evaluatif. Subjek penelitian terdiri atas guru IPA dan siswa SMP yang terlibat dalam pelaksanaan asesmen diagnostik pada kegiatan pembelajaran. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk mengetahui tingkat efektivitas asesmen diagnostik terhadap pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asesmen diagnostik mampu membantu guru memahami kondisi dan kebutuhan belajar siswa secara lebih menyeluruh sehingga pembelajaran dapat dirancang sesuai dengan kemampuan dan karakteristik peserta didik. Selain itu, asesmen diagnostik juga membantu guru menentukan metode, media, dan bentuk pembelajaran yang lebih tepat. Meskipun demikian, pelaksanaannya masih menghadapi kendala berupa keterbatasan waktu, kesiapan guru dalam menyusun instrumen, serta pengelolaan hasil asesmen yang belum optimal. Dengan demikian, asesmen diagnostik dinilai efektif dalam mendukung pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran IPA di SMP.  
ANALYSIS THE IMPLEMENTATION OF PROJECT-BASED LEARNING (PJBL) BASED ON DIGITAL APPLICATIONS IN BIOLOGY GRADE 10 VIRUS LEARNING AT SMAN 1 KLAPANUNGGAL Eka Ratna Safitri; Esti Ichtiarni; Dita Halleyna; Diah Fitriani; Aini Setiawati; Supardi
International Journal of Cultural and Social Science Vol. 6 No. 4 (2025): International Journal of Cultural and Social Science
Publisher : Pena Cendekia Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53806/ijcss.v6i4.1252

Abstract

Education in the 21st century requires the implementation of student-centered learning models that are capable of developing 4Cs (Critical thinking, Creativity, Collaboration, and Communication). One learning model that is relevant to these demands is Project-Based Learning (PjBL) especially when integrated with the use of digital applications. This study aims to analyze: (1) the effectiveness of implementing PjBL based on digital applications, and (2) the challenges of PjBL learning based on digital applications. This study uses a qualitative approach with a triangulation method. The research sample was 70 students enrolled in class X of SMAN 1 Klapanunggal. Data were analuzed using the interactive model of Miled and Huberman with four stages. The research findings show that: (1) the implementation of PjBL based on digital applications in learning class X Biology virus material at SMAN 1 Klapanunggal shows a good level of effectiveness, marked by increased student activity, increased understanding of the concept of virus material, development of collaboration and communication skills, and good student responses to learning, and (2) there are various challenges that arise, including differences in students’ digital literacy abilities, limited learning time, technical constraints and infrastructure, and group work management.