Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas fungsi inspektur tambang dalam melaksanakan pengawasan lingkungan pertambangan timah di Kabupaten Bangka Tengah. Pertambangan timah di wilayah ini telah berlangsung selama puluhan tahun dan menimbulkan berbagai dampak lingkungan yang signifikan, mulai dari kerusakan lahan, pencemaran sungai, hingga degradasi ekosistem pesisir. Inspektur tambang sebagai ujung tombak pengawasan teknis pertambangan memiliki peran strategis dalam meminimalisasi dampak negatif tersebut. Penelitian menggunakan metode penelitian hukum normatif-empiris dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas fungsi inspektur tambang di Kabupaten Bangka Tengah masih belum optimal. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan jumlah inspektur tambang yang tidak sebanding dengan luasnya wilayah tambang yang harus diawasi, minimnya sarana dan prasarana pendukung pengawasan, serta lemahnya koordinasi antar instansi terkait. Selain itu, sanksi administratif yang diberikan kepada pelanggar ketentuan lingkungan cenderung tidak memberikan efek jera yang memadai. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kapasitas dan jumlah inspektur tambang, penguatan regulasi sanksi, serta pengembangan sistem pengawasan berbasis teknologi informasi untuk meningkatkan efektivitas pengawasan lingkungan pertambangan timah di Kabupaten Bangka Tengah.
Copyrights © 2026