Perilaku seksual remaja menjadi salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang terus meningkat akibat perkembangan teknologi digital, media sosial, dan perubahan pola interaksi sosial remaja. Paparan informasi seksual yang tidak terkontrol melalui internet menyebabkan remaja lebih rentan terhadap perilaku seksual berisiko seperti seks pranikah dan rendahnya kontrol diri dalam hubungan interpersonal. Kurangnya edukasi kesehatan reproduksi yang sesuai dengan tahap perkembangan psikologis remaja menjadi faktor yang memperbesar risiko tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas intervensi edukasi kesehatan reproduksi dengan pendekatan psikologi perkembangan terhadap perilaku seksual remaja. Penelitian ini menggunakan metode quasi experimental dengan desain pretest-posttest control group design. Sampel penelitian berjumlah 120 remaja usia 15–18 tahun yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Intervensi dilakukan selama empat minggu melalui edukasi kesehatan reproduksi berbasis psikologi perkembangan menggunakan metode role play, peer education, diskusi kelompok, dan konseling kelompok. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner perilaku seksual remaja yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan paired t-test dan independent t-test dengan tingkat signifikansi 95%. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan kesehatan reproduksi, sikap seksual sehat, dan kontrol diri pada kelompok intervensi dengan nilai p-value <0,05. Selain itu, terjadi penurunan perilaku seksual berisiko setelah pemberian intervensi. Pendekatan psikologi perkembangan terbukti lebih efektif dibandingkan edukasi konvensional karena materi disesuaikan dengan karakteristik perkembangan emosional dan sosial remaja.
Copyrights © 2026