Penelitian ini membahas representasi politik uang dalam film dokumenter Amplop Demokrasi dan persepsi generasi muda terhadap fenomena tersebut dalam Pilkada di Indonesia. Politik uang adalah salah satu permasalahan yang masih terjadi dalam demokrasi lokal dan dinilai bisa merusak prinsip kejujuran dan keadilan dalam pemilihan umum. Film Amplop Demokrasi menunjukkan berbagai macam praktik politik uang seperti pembagian amplop, serangan fajar, dan pemberian uang secara tersembunyi kepada masyarakat untuk mempengaruhi pilihan politik pemilih. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana praktik poltik uang direpresentasikan dalam film tersebut dan bagaimana generasi muda memaknai representasi tersebut. Metode penelitian ini metode kualitatif dengan pendekatan teori representasi Stuart Halll. Data didapatkan dari observasi terhadap film dokumenter dan wawancara dengan lima mahasiswa Ilmu Politik angkatan 2023 yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian didapatkan bahwa film Amplop Demokrasi sudah menjadi budaya dalam masyarakat. Selain itu, generasi muda memandang praktik politik uang sebagai tindakan yang merusak kualitas demokrasi karena masyarakat cenderung memilih berdasarkan imbalan materi dibanding kualitas calon pemimpin. Film dokumenter tersebut juga membangun kesadaran generasi muda mengenai pentingnya menjaga demokrasi yang jujur, adil, dan bebas dari praktik politik uang, penguatan kesadaran masyarakat, serta partisipasi aktif generasi muda dalam proses demokrasi. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa film dokumenter bisa menjadi sarana pendidikan politik begi generasi muda dalam memahami berbagai persoalan demokrasi Indonesia. Mahasiswa selaku kelompok penekan dalam masyarakat diharapkan bisa berperan dalam menciptakan pilkada yang lebih berintegritas
Copyrights © 2026