Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Persepsi Generasi Muda Dalam Film Amplop Demokrasi Terhadap Politik Uang Pilkada Lulu Aperianti; Sofa Sofianty; Raihan Azaki; Ricky Kuswanda
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.796

Abstract

Penelitian ini membahas representasi politik uang dalam film dokumenter Amplop Demokrasi dan persepsi generasi muda terhadap fenomena tersebut dalam Pilkada di Indonesia. Politik uang adalah salah satu permasalahan yang masih terjadi dalam demokrasi lokal dan dinilai bisa merusak prinsip kejujuran dan keadilan dalam pemilihan umum. Film Amplop Demokrasi menunjukkan berbagai macam praktik politik uang seperti pembagian amplop, serangan fajar, dan pemberian uang secara tersembunyi kepada masyarakat untuk mempengaruhi pilihan politik pemilih. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana praktik poltik uang direpresentasikan dalam film tersebut dan bagaimana generasi muda memaknai representasi tersebut. Metode penelitian ini metode kualitatif dengan pendekatan teori representasi Stuart Halll. Data didapatkan dari observasi terhadap film dokumenter dan wawancara dengan lima mahasiswa Ilmu Politik angkatan 2023 yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian didapatkan bahwa film Amplop Demokrasi sudah menjadi budaya dalam masyarakat. Selain itu, generasi muda memandang praktik politik uang sebagai tindakan yang merusak kualitas demokrasi karena masyarakat cenderung memilih berdasarkan imbalan materi dibanding kualitas calon pemimpin. Film dokumenter tersebut juga membangun kesadaran generasi muda mengenai pentingnya menjaga demokrasi yang jujur, adil, dan bebas dari praktik politik uang, penguatan kesadaran masyarakat, serta partisipasi aktif generasi muda dalam proses demokrasi. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa film dokumenter bisa menjadi sarana pendidikan politik begi generasi muda dalam memahami berbagai persoalan demokrasi Indonesia. Mahasiswa selaku kelompok penekan dalam masyarakat diharapkan bisa berperan dalam menciptakan pilkada yang lebih berintegritas
DEPRESIASI RUPIAH DAN KERENTANAN EKONOMI MASYARAKAT: ANALISIS EFEKTIVITAS KEBIJAKAN PANGAN DI INDONESIA Putri Nurjana; Lulu Aperianti; Sofa Sofiyanty
Jurnal Citra Multidisiplin Vol. 1 No. 6 (2026): Jurnal Citra Multidisiplin (Juni)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcm.v1i6.7013

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak depresiasi rupiah terhadap kerentanan ekonomi masyarakat dan efektivitas kebijakan pangan pemerintah dalam merespons kondisi tersebut. Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat meningkatkan biaya impor komoditas pangan dan bahan baku produksi sehingga mendorong kenaikan harga pangan domestik, dan menurunkan daya beli masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan mengkaji jurnal ilmiah, buku, data Badan Pusat Statistik (BPS), Badan Pangan Nasional, serta laporan kebijakan pemerintah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa depresiasi rupiah berkontribusi terhadap inflasi pangan dan meningkatnya kerentanan ekonomi masyarakat. Pemerintah merespons kondisi tersebut melalui subsidi pangan, operasi pasar, bantuan sosial, stabilisasi harga, dan penguatan cadangan pangan nasional. Kebijakan tersebut cukup efektif dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan, namun implementasinya masih menghadapi kendala berupa ketimpangan distribusi pangan antarwilayah, ketergantungan pada impor komoditas strategis, serta keterbatasan akses kelompok rentan terhadap program pangan. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan pangan yang lebih terintegrasi, tepat sasaran, dan berkelanjutan guna memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.
Pengaruh Strategi Mobilisasi Politik terhadap Partisipasi Pemilih pada Pilkada Ulang Kota Pangkalpinang Tahun 2025 Frans Tory Damara Pradipta; Sofa Sofiyanty; Aliyah Aliyah; Lulu Aperianti; Ariandi A Zulkarnain
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.1075

Abstract

Pemilihan kepala daerah adalah salah satu bagian demokrasi yang menempatkan partisipasi pemilih sebagai indikator keberhasilan penyelenggaraan pemilu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi mobilisasi politik dan pengaruhnya terhadap partisipasi pemilih pada Pilkada Ulang Kota Pangkalpinang Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 84 responden yang diilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner menggunakan skala Likert yang mengukur variabel Strategi Mobilisasi Politik dan Partisipasi Pemilih. Data dianalisis dengan statistik deskriptif untuk menggambarkan kecenderungan jawaban responden terhadap masing-masing indikator penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Strategi Mobiliasi Politik mendapatkan presentase sebesar 70,15% dan berada pada kategori tinggi. Indikator tertinggi berada pada dukungan tokoh masyarakat terhadap kandidat, sedangkan indikator terendah ada pada ajakan keluaga atau kerabat. Variabel partisipasi pemilih memperoleh persentase sebesar 74,83% dan berada pada kategori tinggi. Indikator tertinggi terdapat pada visi-misi kandidat terhadap pilihan politik masyarakat. Temuan penelitian menunjukkan strategi mobilisasi politik mempunyai peran dalam mendorong keterlibatan masyarakat, pendekatan langsung tim kampanye, media sosial, dan penyebaran informasi politik bisa meningkatkan perhatian masyarakat terhadap Pilkada dan mendorong penggunaan hak pilih secara aktif. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi kepada pengembangan kajian perilaku pemilih dan demokrasi lokal di Indonesia.