Perkembangan usaha makanan siap saji di Indonesia, khususnya pada usaha skala kecil dan rumahan, mengalami peningkatan yang cukup pesat seiring berkembangnya pemasaran digital dan meningkatnya minat masyarakat terhadap makanan praktis. Salah satu usaha pangan ready to eat yang berkembang adalah usaha roti maryam. Dalam usaha makanan siap saji, proses penyajian produk perlu memperhatikan aspek higiene dan sanitasi untuk menjaga kualitas serta keamanan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Good Manufacturing Practice pada penyajian roti maryam ready to eat di Teras Maryam Samarinda. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan observasi langsung terhadap proses penyajian produk. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Aspek yang diamati meliputi lingkungan penyajian, kebersihan penjamah makanan, peralatan penyajian, proses penyajian, pengemasan produk, dan produk akhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar aspek penerapan Good Manufacturing Practice telah diterapkan dengan baik, terutama pada kebersihan peralatan, penggunaan alat bantu penyajian, pengemasan produk, dan kondisi produk akhir yang layak konsumsi. Namun, masih terdapat beberapa aspek yang perlu ditingkatkan, seperti penggunaan alat pelindung diri oleh penjamah makanan dan kebersihan lingkungan sekitar area penyajian. Secara keseluruhan, penerapan Good Manufacturing Practice pada usaha roti maryam ready to eat di lingkungan kos-kosan dapat membantu menjaga kualitas dan keamanan pangan bagi konsumen.
Copyrights © 2026