Penelitian ini dilatarbelakangi oleh krisis komunikasi global akibat kegagalan manajemen konflik yang memerlukan pendekatan psikolinguistik taktis. Fokus penelitian ini adalah menganalisis relasi antara struktur Khobar (kalimat berita) dalam hadis Nabi Muhammad SAW dengan strategi de-eskalasi konflik sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana arsitektur bahasa profetik berfungsi sebagai instrumen intervensi linguistik dalam mengubah paradigma penolakan audiens. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis analisis isi (content analysis) serta pendekatan pragmatik-retoris. Hasil penelitian menunjukkan dominasi Khobar Inkari (50%) pada konflik identitas berat, serta Khobar Thalabi (25%) dan Khobar Ibtida'i (25%) pada konflik sentimental, yang polanya selaras dengan tingkat resistensi psikologis mukhatab. Kesimpulan dalam penelitian ini adanya integrasi antara teks agama dan perangkat penguat (mu’akkidat) terbukti efektif dalam memfasilitasi transformasi kognitif menuju rekonsiliasi yang permanen. Secara praktis, studi ini menawarkan paradigma “Balaghah Fungsional” sebagai modul komunikasi strategis bagi mediator perdamaian kontemporer.
Copyrights © 2026