Penelitian ini mengkaji permasalahan keterlambatan siswa yang terjadi secara berulang di SMK Swasta Mandiri, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Menggunakan metode deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dengan guru Bimbingan Konseling (BK) serta didukung dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlambatan terjadi setiap hari, terutama pada siswa kelas 10. Faktor penyebab bersifat multidimensional: struktur keluarga broken home (80% pelaku kronik), siswa yang bekerja paruh waktu, lokasi sekolah yang berdekatan dengan pasar yang ramai, sanksi sekolah yang tidak efektif, serta hubungan guru-siswa yang kurang harmonis. Dampaknya mencakup terganggunya proses belajar mengajar, memburuknya iklim sekolah, melemahnya hubungan guru-siswa, dan tercemarnya citra sekolah. Intervensi sekolah yang ada—hukuman kebersihan, konseling, dan laporan kepada orang tua—terbukti belum memadai. Penelitian ini merekomendasikan konseling kelompok berbasis restrukturisasi kognitif oleh guru BK, penerapan buku catatan perilaku siswa yang ditandatangani orang tua, penyesuaian jam masuk sekolah, sistem notifikasi absensi digital, serta penegakan disiplin secara kolaboratif oleh seluruh warga sekolah.
Copyrights © 2026