Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan model pembelajaran berbasis masalah yang terintegrasi kecerdasan buatan terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik pada pembelajaran fisika di Sekolah Menengah Atas. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 1 Jeneponto dengan menggunakan metode eksperimen semu melalui desain kelompok kontrol dan kelompok eksperimen yang diberikan tes awal dan tes akhir. Sampel penelitian terdiri atas dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang menerapkan pembelajaran berbasis masalah terintegrasi kecerdasan buatan dan kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi tes kemampuan berpikir kritis, lembar observasi aktivitas belajar peserta didik, serta angket respons peserta didik terhadap proses pembelajaran yang diterapkan. Analisis data dilakukan melalui pengujian peningkatan hasil belajar, pengujian distribusi data, pengujian kesamaan varians, serta pengujian perbedaan rata-rata hasil belajar antara kedua kelas penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis peserta didik pada kelas eksperimen mengalami peningkatan yang lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Integrasi kecerdasan buatan dalam model pembelajaran berbasis masalah membantu peserta didik menemukan informasi secara lebih cepat, menganalisis permasalahan secara mendalam, serta mengembangkan solusi secara sistematis, mandiri, dan kreatif. Selain itu, peserta didik menunjukkan aktivitas belajar dan respons yang positif selama proses pembelajaran berlangsung. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran berbasis masalah terintegrasi kecerdasan buatan efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik pada pembelajaran fisika abad ke-21.
Copyrights © 2026