Penerapan sistem kerja hybrid yang mengkombinasikan Work From Office (WFO) dan Work From Home (WFH) menjadi bagian dari transformasi birokrasi digital pada instansi pemerintah di Indonesia. Meskipun menawarkan waktu yang singkat dan optimalisasi efisiensi kerja, model ini memicu tantangan kompleks dalam aspek koordinasi organisasi dan pemeliharaan produktivitas pegawai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan koordinasi serta dampaknya terhadap produktivitas sektor publik menggunakan pendekatan kajian literatur. Hasil analisis berdasarkan indikator koordinasi menunjukkan bahwa komunikasi virtual sering mengalami hambatan seperti respon yang lambat, miskomunikasi, dan ketidakjelasan pembagian tugas akibat minimnya interaksi tatap muka. Dari sisi produktivitas, kerutan tempat kerja terbukti mampu meningkatkan konsentrasi pegawai, namun berisiko menurunkan kedisiplinan serta semangat kerja jika tidak diimbangi dengan sistem pengawasan yang kuat. Hambatan utama penerapannya di antaranya mencakup keterbatasan infrastruktur digital, rendahnya literasi digital, serta budaya organisasi yang masih berorientasi pada keberadaan fisik. Oleh karena itu penelitian ini, merekomendasikan penguatan platform komunikasi digital yang terintegrasi, penerapan evaluasi kinerja berbasis output yang terukur, menyediakan sarana teknologi, serta rekonstruksi budaya kerja yang fleksibel dan kolaboratif
Copyrights © 2026