Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pertumbuhan penjualan dan profitabilitas terhadap struktur modal pada perusahaan pakan ternak yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2015-2024. Pengukuran struktur modal dilakukan melalui Debt to Equity Ratio (DER), sementara variabel independen mencakup Sales Growth (SG) dan Return on Assets (ROA). Pendekatan kuantitatif diterapkan dengan analisis regresi linier berganda berdasarkan data sekunder dari laporan keuangan perusahaan. Temuan utama mengindikasikan bahwa pertumbuhan penjualan memberikan pengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap struktur modal. Dengan demikian, Sales Growth (SG) tidak menunjukkan efek positif dan signifikan pada Debt to Equity Ratio (DER), ditunjukkan dengan nilai signifikansi 0,925 yang lebih besar dari 0,05 serta t hitung 0,094 lebih rendah dari t tabel 2,20619. Sebaliknya, profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap struktur modal, menandakan bahwa Return on Assets (ROA) berperan penting dalam mendorong peningkatan Debt to Equity Ratio (DER) dengan signifikansi 0,029 kurang dari 0,05 dan t hitung -2,277 di bawah t tabel 2,20619. Secara bersama-sama, pertumbuhan penjualan dan profitabilitas menghasilkan pengaruh negatif serta tidak signifikan terhadap struktur modal, sehingga kombinasi Sales Growth (SG) dan Return on Assets (ROA) tidak berpengaruh positif dan signifikan pada Debt to Equity Ratio (DER) dengan signifikansi 0,092 melebihi 0,05 serta F hitung 2,548 kurang dari F tabel 3,25. Koefisien determinasi R Square mencapai 0,121, yang menggambarkan bahwa kedua variabel tersebut mampu menjelaskan 12,1% variasi struktur modal, sedangkan 87,9% sisanya dipengaruhi faktor lain di luar model ini. Hasil ini memperkuat posisi profitabilitas sebagai faktor penentu kebijakan utama pembiayaan pada perusahaan pakan ternak, dibandingkan pertumbuhan penjualan.
Copyrights © 2026