Perekonomian Provinsi Maluku yang berbasis kepulauan memiliki potensi besar namun menghadapi tantangan ketimpangan dan keterbatasan infrastruktur. Penelitian ini bertujuan memetakan sektor-sektor potensial yang dapat menjadi penggerak ekonomi Maluku pada periode 2021–2025. Dengan pendekatan kuantitatif, data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dianalisis menggunakan metode Location Quotient (LQ), Shift Share, dan Tipologi Klassen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tujuh sektor basis, dengan nilai LQ tertinggi pada sektor Administrasi Pemerintahan (6,40) serta Pengadaan Air dan Pengelolaan Sampah (5,22). Analisis Shift Share mengungkapkan bahwa sektor Pertanian, Perikanan, Kehutanan, Industri Pengolahan, dan Perdagangan Besar-Eceran memiliki daya saing regional yang positif. Berdasarkan Tipologi Klassen, sektor Pertanian serta Perdagangan termasuk dalam kuadran maju dan tumbuh pesat, sementara sektor Industri Pengolahan, Konstruksi, dan Akomodasi merupakan sektor potensial. Sebaliknya, sektor Jasa Keuangan, Pendidikan, dan Kesehatan masih tergolong tertinggal. Temuan ini menegaskan bahwa pemulihan ekonomi Maluku pascapandemi sangat bergantung pada penguatan sektor tradisional sekaligus pembenahan sektor jasa modern. Pemerintah daerah disarankan untuk meningkatkan investasi infrastruktur, konektivitas antarpulau, serta kualitas sumber daya manusia agar sektor-sektor potensial dapat berkembang optimal dan mendorong pertumbuhan yang inklusif.
Copyrights © 2026