Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

DAMPAK PERTUMBUHAN EKONOMI, INFLASI, DAN KURS TERHADAP FOREIGN DIRECT INVESTMENT (FDI) DI INDONESIA Korneles Sangur; Lisye Magdalena Liur
Jurnal Cita Ekonomika Vol 16 No 2 (2022): Cita Ekonomika: Jurnal Ilmu Ekonomi
Publisher : Jurusan Ekonomi Pembangunan, FEB Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51125/citaekonomika.v16i2.7238

Abstract

ABSTRACT Research Method: Multiple regression model. The method of data collection carried out is the literature method. Results: The effect of GDP, inflation, and exchange rate, then obtained the value of f-count > f-table (16.24765> 3.01 ) with a significant value of 0.000025 < 0.05, the effect of GDP on FDI investment in Indonesia shows an insignificant value with a prob value of > of 0.05 (0.0647 > 0.05) and a t-count value < t-table ( 2,013 < 2,945), the effect of inflation on FDI investment in Indonesia shows a significant value with a prob value < of 0.05 (0.0005 < 0.05) and t-count value < t-table (3,517 > 2,945), the effect of the exchange rate value on FDI in Indonesia shows an insignificant value with a prob value > from 0.05 (0.0659 > 0.05) and and a t-count < t-table (2,016 < 2,945). Conclusion: Showing simultaneously independent variables affecting dependent variables is shown by the f-count value > F-table. Partially, the economic growth variable calculated using GDP in 2000-2019 is positive and has no significant effect on FDI investment in Indonesia; inflation as seen from inflation data for 2000-2019 has a positive and significant effect on FDI investment in Indonesia; the exchange rate seen from the middle rate from 2000-2019 is positive and has no significant effect on FDI investment in Indonesia. Keywords : Economic Growth, Investment, Exchange Rate, Inflation
Balance between Economic Growth and Social Welfare: An Inclusive Economic Approach Priyanto Priyanto; Lisye Magdalena Liur; Heliyani Heliyani; Syamsidar Sinaga
Nomico Vol. 2 No. 5 (2025): Nomico - June
Publisher : PT. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/b77wy372

Abstract

Economic growth has long been a key indicator in measuring a country's progress. However, an excessive focus on gross domestic product (GDP) growth without considering aspects of equity and social welfare often results in social inequality and marginalization of vulnerable groups. Therefore, an inclusive economic approach is a strategic solution to balance economic growth and the improvement of social welfare in a sustainable manner. This research aims to examine how an inclusive economic approach can be applied as a comprehensive and equitable development strategy. Through literature studies and analysis of development policies in various countries, this study highlights the importance of integration between macroeconomic policies and social programs, such as strengthening the social security system, improving access to education and health, and creating equitable employment. The results show that countries that adopt an inclusive development approach tend to have stronger social resilience, sustained economic stability and higher levels of public satisfaction. Thus, a balance between growth and welfare is not only possible, but a prerequisite for achieving sustainable development. The study recommends the need for economic policy transformation that places people at the center of development and ensures the active participation of all groups in the economic process
Analisis Pengeluaran Konsumsi Domestik Provinsi Maluku terhadap Pertumbuhan Ekonomi Periode 1995-2024 Sondang Siahaan; Teddy Christianto Leasiwal; Lisye Magdalena Liur
eCo-Fin Vol. 8 No. 2 (2026): eCo-Fin
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/ef.v8i2.3715

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jangka pendek dan jangka panjang serta mengetahui hubungan kausalitas antara pertumbuhan ekonomi, pengeluaran konsumsi rumah tangga (PKRT), pengeluaran konsumsi lembaga non-profit rumah tangga (PKLNPRT), dan pengeluaran konsumsi pemerintah (PKP) di Provinsi Maluku selama periode 1995-2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Provinsi Maluku. Data yang digunakan merupakan data time series tahunan dari tahun 1995-2024. Metode analisis yang digunakan adalah Vector Error Correction Model (VECM) dengan bantuan perangkat lunak EViews 13. sHasil estimasi menunjukkan bahwa dalam jangka pendek, seluruh variabel pengeluaran domestik yaitu PKRT, PKLNPRT, dan PKP tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Maluku. Namun, dalam jangka panjang ditemukan bahwa PKRT berpengaruh positif dan signifikan, PKLNPRT berpengaruh negatif signifikan, sedangkan PKP berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Temuan ini mengindikasikan bahwa kontribusi konsumsi terhadap perekonomian daerah memerlukan waktu untuk dapat dirasakan dampaknya. Selain itu, hasil uji kausalitas Granger menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan sebab-akibat (kausalitas) antar seluruh variabel yang diteliti.  
Pemetaan Sektor Potensial Sebagai Penggerak Ekonomi Provinsi Maluku Periode 2021-2025 Wiljan Atfentia Kotngoran; Lisye Magdalena Liur; Amin Amin; Mesak Yandri Masela
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.964

Abstract

Perekonomian Provinsi Maluku yang berbasis kepulauan memiliki potensi besar namun menghadapi tantangan ketimpangan dan keterbatasan infrastruktur. Penelitian ini bertujuan memetakan sektor-sektor potensial yang dapat menjadi penggerak ekonomi Maluku pada periode 2021–2025. Dengan pendekatan kuantitatif, data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dianalisis menggunakan metode Location Quotient (LQ), Shift Share, dan Tipologi Klassen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tujuh sektor basis, dengan nilai LQ tertinggi pada sektor Administrasi Pemerintahan (6,40) serta Pengadaan Air dan Pengelolaan Sampah (5,22). Analisis Shift Share mengungkapkan bahwa sektor Pertanian, Perikanan, Kehutanan, Industri Pengolahan, dan Perdagangan Besar-Eceran memiliki daya saing regional yang positif. Berdasarkan Tipologi Klassen, sektor Pertanian serta Perdagangan termasuk dalam kuadran maju dan tumbuh pesat, sementara sektor Industri Pengolahan, Konstruksi, dan Akomodasi merupakan sektor potensial. Sebaliknya, sektor Jasa Keuangan, Pendidikan, dan Kesehatan masih tergolong tertinggal. Temuan ini menegaskan bahwa pemulihan ekonomi Maluku pascapandemi sangat bergantung pada penguatan sektor tradisional sekaligus pembenahan sektor jasa modern. Pemerintah daerah disarankan untuk meningkatkan investasi infrastruktur, konektivitas antarpulau, serta kualitas sumber daya manusia agar sektor-sektor potensial dapat berkembang optimal dan mendorong pertumbuhan yang inklusif.