Praktik pemasaran hasil perikanan pada masyarakat pesisir kepulauan mengalami perubahan struktural yang signifikan seiring penetrasi teknologi digital ke wilayah-wilayah terpencil. Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi peran istri nelayan dari praktik palele yang merupakan sistem pemasaran ikan tradisional berbasis kepercayaan dan relasi sosial menuju pemasaran berbasis media sosial di Pulau Jampea, Kepulauan Selayar. Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus instrumental digunakan untuk mengeksplorasi dinamika perubahan tersebut secara mendalam. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan 18 informan yang terdiri atas istri nelayan, nelayan, pedagang pengepul, dan tokoh masyarakat, dilengkapi observasi partisipatoris dan studi dokumentasi selama tiga bulan (Januari–Maret 2026). Seluruh informan telah memberikan persetujuan partisipasi secara sukarela. Analisis data mengikuti model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña (2018). Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama: pertama, praktik palele merupakan sistem distribusi yang melekat (embedded) dalam struktur kepercayaan dan relasi sosial komunitas nelayan. Kedua, perempuan pesisir bertransformasi dari pedagang keliling menjadi pelaku pemasaran digital aktif melalui WhatsApp dan Facebook. Ketiga, adopsi media sosial tidak menghapus relasi sosial lama, melainkan merestrukturisasi modal sosial perempuan ke dalam ruang digital yang lebih luas. Temuan ini berkontribusi pada pemahaman teoritis mengenai embeddedness ekonomi Granovetter dalam konteks transformasi digital serta relasi kuasa gender Bourdieu pada komunitas pesisir kepulauan.
Copyrights © 2026