Perkembangan perilaku keuangan mahasiswa menunjukkan adanya perubahan dalam pengelolaan pendapatan, khususnya dalam alokasi tabungan, di mana kebiasaan self-reward dan gaya hidup (lifestyle inflation) diduga memengaruhi kemampuan mahasiswa dalam menyisihkan pendapatan. Fenomena ini menjadi perhatian karena mahasiswa sering dihadapkan pada berbagai kebutuhan dan keinginan yang dapat memengaruhi keputusan keuangan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kebiasaan self-reward dan gaya hidup terhadap alokasi tabungan mahasiswa dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan analisis regresi linear berganda. Data diperoleh melalui kuesioner terhadap 76 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, dengan variabel yang diteliti meliputi self-reward (X1), lifestyle inflation (X2), dan alokasi tabungan (Y). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial kebiasaan self-reward berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap alokasi tabungan, sedangkan gaya hidup berpengaruh positif namun juga tidak signifikan. Secara simultan, kedua variabel tidak berpengaruh signifikan terhadap alokasi tabungan dengan nilai koefisien determinasi sebesar 1,5%, yang berarti sebagian besar variasi alokasi tabungan dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kebiasaan self-reward dan gaya hidup bukan merupakan faktor utama dalam menentukan alokasi tabungan mahasiswa, melainkan terdapat faktor lain seperti literasi keuangan dan pengelolaan keuangan yang lebih berperan dalam memengaruhi perilaku menabung dalam mendukung terciptanya kebiasaan keuangan yang lebih baik.
Copyrights © 2026