Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Ekonometrika Pengaruh Kebiasaan Self-Reward Dan Lifestyle Inflation Terhadap Alokasi Tabungan Mahasiswa Universitas Lampung Nida Yasmin Sofiyah; Diah Arum Sari Nawang Ulan; Tazki Alfikri; Selvidar Armalia; Rahmawati Rahmawati
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.1029

Abstract

Perkembangan perilaku keuangan mahasiswa menunjukkan adanya perubahan dalam pengelolaan pendapatan, khususnya dalam alokasi tabungan, di mana kebiasaan self-reward dan gaya hidup (lifestyle inflation) diduga memengaruhi kemampuan mahasiswa dalam menyisihkan pendapatan. Fenomena ini menjadi perhatian karena mahasiswa sering dihadapkan pada berbagai kebutuhan dan keinginan yang dapat memengaruhi keputusan keuangan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kebiasaan self-reward dan gaya hidup terhadap alokasi tabungan mahasiswa dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan analisis regresi linear berganda. Data diperoleh melalui kuesioner terhadap 76 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, dengan variabel yang diteliti meliputi self-reward (X1), lifestyle inflation (X2), dan alokasi tabungan (Y). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial kebiasaan self-reward berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap alokasi tabungan, sedangkan gaya hidup berpengaruh positif namun juga tidak signifikan. Secara simultan, kedua variabel tidak berpengaruh signifikan terhadap alokasi tabungan dengan nilai koefisien determinasi sebesar 1,5%, yang berarti sebagian besar variasi alokasi tabungan dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kebiasaan self-reward dan gaya hidup bukan merupakan faktor utama dalam menentukan alokasi tabungan mahasiswa, melainkan terdapat faktor lain seperti literasi keuangan dan pengelolaan keuangan yang lebih berperan dalam memengaruhi perilaku menabung dalam mendukung terciptanya kebiasaan keuangan yang lebih baik.
Pengaruh Uang Saku dan QRIS terhadap Konsumsi Mahasiswa: Analisis Regresi Linear Berganda Ni Wayan Vara Wulandari; Rieke Nindita Sari; Intan Ruliana; Muhammad Rizqi Alfiah; Diah Arum Sari Nawang Ulan; Marista Febria Safutri; Nida Yasmin Sofiyah; Rahmawati Rahmawati; Fiarika Dwi Utari
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11351

Abstract

Perkembangan sistem pembayaran digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) memberikan kemudahan dalam proses transaksi dan turut memengaruhi pola konsumsi mahasiswa. Selain itu, tingkat uang saku sebagai sumber pendapatan utama mahasiswa menjadi faktor penting dalam menentukan besarnya pengeluaran bulanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat uang saku dan intensitas penggunaan QRIS terhadap perilaku konsumsi mahasiswa Pendidikan Ekonomi angkatan 2024 dan 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi linear berganda. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner dengan teknik accidental sampling, yaitu teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, di mana siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dan bersedia mengisi kuesioner dapat dijadikan sampel. Dari total populasi mahasiswa Pendidikan Ekonomi angkatan 2024 dan angkatan 2025, diperoleh sebanyak 56 responden yang mengisi kuesioner. Variabel penelitian terdiri atas tingkat uang saku (X1), intensitas penggunaan QRIS (X2), dan perilaku konsumsi mahasiswa (Y). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial tingkat uang saku tidak berpengaruh signifikan terhadap perilaku konsumsi mahasiswa, sedangkan intensitas penggunaan QRIS berpengaruh signifikan. Namun, secara simultan kedua variabel memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku konsumsi dengan nilai koefisien determinasi sebesar 18,9%. Temuan ini menunjukkan bahwa perilaku konsumsi mahasiswa lebih dipengaruhi oleh penggunaan QRIS dibandingkan kemampuan finansial