Rendahnya pemahaman murid sekolah dasar terhadap konsep bagian-bagian tumbuhan menunjukkan adanya kebutuhan mendesak akan inovasi pembelajaran yang lebih kontekstual, konkret, dan berbasis pengalaman langsung. Selama ini, proses pembelajaran cenderung bersifat abstrak, berpusat pada guru, dan hanya mengandalkan buku teks, sehingga siswa mengalami kesulitan dalam memahami struktur serta fungsi bagian tumbuhan secara utuh dan mendalam. Kondisi ini berdampak pada rendahnya kemampuan murid dalam mengaitkan konsep dengan kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan tanaman matoa sebagai media konkret dalam meningkatkan pemahaman murid kelas IV. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemanfaatan tanaman lokal sebagai media pembelajaran berbasis lingkungan yang masih jarang dikaji dalam konteks pendidikan dasar. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif untuk memperoleh gambaran yang komprehensif dan mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tanaman matoa mampu meningkatkan pemahaman konsep siswa secara signifikan, meningkatkan keterlibatan aktif dalam pembelajaran, serta membantu murid mengaitkan materi dengan pengalaman nyata. Selain itu, pembelajaran menjadi lebih menarik, bermakna, dan menyenangkan. Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan pembelajaran IPA yang kontekstual. Dengan demikian, media konkret berbasis lingkungan terbukti efektif dan direkomendasikan untuk diterapkan secara lebih luas serta dikaji lebih lanjut.
Copyrights © 2026