Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektivitas Penggunaan Tanaman Matoa Sebagai Media Konkret Untuk Meningkatkan Pemahaman Bagian-Bagian Tumbuhan Dan Fungsinya Pada Murid Kelas IV Riska Musyarifah; Wigati Yektiningtyas; Kusdianto Kusdianto; Indah Slamet Budiarti
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.1034

Abstract

Rendahnya pemahaman murid sekolah dasar terhadap konsep bagian-bagian tumbuhan menunjukkan adanya kebutuhan mendesak akan inovasi pembelajaran yang lebih kontekstual, konkret, dan berbasis pengalaman langsung. Selama ini, proses pembelajaran cenderung bersifat abstrak, berpusat pada guru, dan hanya mengandalkan buku teks, sehingga siswa mengalami kesulitan dalam memahami struktur serta fungsi bagian tumbuhan secara utuh dan mendalam. Kondisi ini berdampak pada rendahnya kemampuan murid dalam mengaitkan konsep dengan kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan tanaman matoa sebagai media konkret dalam meningkatkan pemahaman murid kelas IV. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemanfaatan tanaman lokal sebagai media pembelajaran berbasis lingkungan yang masih jarang dikaji dalam konteks pendidikan dasar. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif untuk memperoleh gambaran yang komprehensif dan mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tanaman matoa mampu meningkatkan pemahaman konsep siswa secara signifikan, meningkatkan keterlibatan aktif dalam pembelajaran, serta membantu murid mengaitkan materi dengan pengalaman nyata. Selain itu, pembelajaran menjadi lebih menarik, bermakna, dan menyenangkan. Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan pembelajaran IPA yang kontekstual. Dengan demikian, media konkret berbasis lingkungan terbukti efektif dan direkomendasikan untuk diterapkan secara lebih luas serta dikaji lebih lanjut.
Implementasi Problem Based Learning Berbasis Etnosains Pada Materi Pembiasan Cahaya di SD YPK Betfage Kabare Betharia Ritonga; Wigati Yektiningtyas; Indah Slamet Budiarti; Kusdianto Kusdianto
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.10319

Abstract

Pembelajaran IPA di sekolah dasar memiliki peran penting dalam mengembangkan literasi sains dan kemampuan pemecahan masalah peserta didik. Namun, konsep-konsep IPA yang bersifat abstrak, seperti pembiasan cahaya, sering kali sulit dipahami apabila diajarkan melalui pendekatan konvensional. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan adalah mengintegrasikan pengetahuan budaya lokal ke dalam pembelajaran melalui model Problem Based Learning (PBL) berbasis etnosains. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi PBL berbasis etnosains pada materi pembiasan cahaya di SD YPK Betfage Kabare, Raja Ampat, serta mengkaji kontribusinya terhadap pemahaman konsep, apresiasi budaya lokal, dan kepedulian lingkungan peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru IPA, dan murid yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi tradisi balobe dalam pembelajaran berhasil menghubungkan pengalaman keseharian murid dengan konsep ilmiah pembiasan cahaya. Penerapan PBL mendorong keterlibatan aktif murid dalam penyelidikan, diskusi, dan pemecahan masalah. Selain meningkatkan pemahaman konsep IPA, pembelajaran juga memperkuat apresiasi terhadap budaya lokal dan menumbuhkan kesadaran untuk menjaga lingkungan pesisir. Penelitian ini menyimpulkan bahwa PBL berbasis etnosains merupakan pendekatan pembelajaran yang efektif, kontekstual, dan relevan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPA sekaligus mendukung pelestarian kearifan lokal di sekolah dasar.