Pelaksanaan ibadah qurban pada institusi masjid dengan volume jamaah yang besar menghadapi tantangan manajerial yang kompleks, terutama terkait aspek transparansi, efisiensi, dan akuntabilitas. Masjid Tanwir Surabaya saat ini masih mengandalkan sistem pengelolaan semi-manual yang memicu inefisiensi, seperti ketidakakuratan estimasi stok daging yang berdampak pada ketidakpastian distribusi. Selain itu, keterbatasan akses informasi bagi pekurban mengenai status hewan secara real-time menjadi kendala utama dalam membangun kepercayaan pemangku kepentingan. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi kesenjangan tersebut melalui pengembangan SMARTQ (Smart Qurban Management System), sebuah platform manajemen terintegrasi berbasis Internet of Things (IoT). Metode penelitian mencakup pengembangan arsitektur sistem yang mengintegrasikan monitoring hewan, manajemen inventaris stok daging, serta alur distribusi secara end-to-end. Teknologi IoT diimplementasikan untuk menjembatani objek fisik dengan sistem digital, memungkinkan pemantauan berkelanjutan dan penyediaan data yang akurat. Kontribusi utama penelitian ini meliputi desain arsitektur manajemen qurban digital, implementasi sensor untuk monitoring real-time, serta peningkatan transparansi layanan melalui dashboard informasi yang dapat diakses oleh jamaah. Hasil penelitian ini diharapkan dapat mereduksi kesalahan manusia (human error) dan meningkatkan traceability dalam rantai pasok qurban. Secara teoretis, penelitian ini mengisi celah literatur mengenai penerapan teknologi pintar pada domain pengelolaan kegiatan keagamaan berbasis layanan.
Copyrights © 2026