Bencana banjir yang melanda Provinsi Aceh, khususnya Kabupaten Pidie Jaya pada akhir tahun 2025, telah mengakibatkan kerusakan infrastruktur dan krisis kesehatan masyarakat. Kerusakan pada 215 fasilitas kesehatan memperburuk akses terhadap layanan medis darurat di tengah meningkatnya kasus penyakit pascabencana seperti ISPA, penyakit kulit, dan diare. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan respons medis cepat melalui layanan kesehatan bergerak (mobile clinic) bagi warga terdampak di Desa Gampong Blang, Dayah Usien, dan Meunasah Lhok. Metode pelaksanaan dilakukan dalam dua tahap pada 27 dan 29 Desember 2025, meliputi alur pendaftaran, triase, skrining kesehatan dini, diagnosis dokter, pengobatan gratis, serta edukasi kesehatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan mobile clinic efektif menjangkau masyarakat dengan hambatan mobilitas. Melalui skrining dan pengobatan ini, riwayat penyakit kronis dan gejala akut dapat teridentifikasi serta ditangani segera guna mencegah komplikasi lebih lanjut. Program ini berhasil memulihkan status kesehatan sementara masyarakat dan menekan risiko wabah penyakit menular di wilayah terdampak banjir.
Copyrights © 2026